Menyibak Kemewahan Semporna dari Dayang Resort yang Indah (1)
Dijamu Pelayan yang Ramah, Pelancong Asal Indonesia Masih Kurang
Pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini, kami langsung terpana. Kami juga harus mengatakan bahwa Semporna memang indah. Sebuah keajaiban yang pantas menyandang julukan ‘Maladewa versi Asia Tenggara’. Bukan hiperbola. Kami mengabarkan semuanya dari Dayang Resort yang megah pada, Minggu 10 Mei 2026 lalu.
Oleh : Redaksi satukaltara.com
​
SAAT kami menuangkan rencana berlibur ke Semporna, Sabah – Malaysia, cuaca di Tawau sedang panas-panasnya. Bila ingin suasana yang adem dan menarik perhatian saat berada di bandar atau pusat kota Tawau, kita hanya bisa ke pusat perbelanjaan. Selebihnya, mengeluh pada cuaca yang lumayan menyengat kulit dan ‘jem’ alias macet yang selalu terpantau pada jam-jam tertentu.
Oleh kawan-kawan wartawan yang bertugas di Tawau, Lahad Datu, Sandakan dan Kota Kinabalu yang tergabung dalam Satu Borneo, ide berlibur ke Semporna adalah jawaban. Apalagi, momen persiapan hingga pelaksanaan penandatanganan kerja sama media lintas negara Indonesia – Malaysia atau Kaltara – Sabah di Kantor Konsulat RI – Tawau pada 9 Mei 2026 lalu cukup menguras tenaga dan pikiran.
“Kamu orang harus ke Semporna. Ada resor cantik lagi. Namanya Dayang Resor. Kamu juga diundang. Ayo kita ke sana,” ungkap wartawan senior di Sabah, Haji Mohd Rizal.
Ajakan itu langsung menetap dalam pikiran kami. Keesokan harinya, kami bersiap-siap. Arahan tim, sekira pukul 08.00 Wita kami harus standby dan sudah harus dalam perjalanan menuju Semporna, pagi itu juga. Sempat molor 1,5 jam, kami akhirnya meluncur di jalan yang mulus dan kebetulan terhindar dari macet di pusat kota.
Baru saja tiba di pelabuhan, kami sudah disuguhkan keindahan laut yang menakjubkan. Warna biru toska yang magis, mengundang daya tarik kami untuk makin ke sana, makin ke sana, makin menikmati Semporna dari sisi lain tanah Malaysia.
Sampai di sini, kami berkesimpulan bahwa Semporna bukan sekadar tempat transit; dia adalah pintu gerbang menuju gugusan pulau dengan kekayaan bawah laut paling spektakuler di dunia. Siapa pun pengunjung yang datang ke potongan syurga ini, pasti datang dari 2 arah. Dari utara, biasanya datang dari Lahad Datu, Sandakan, Kundasang, Kota Kinabalu dan dan turis dari luar negeri yang mendarat di Bandara Kota Kinabalu.
Kemudian dari Selatan selalu dari Tawau yang jaraknya berkisar 106 km hingga 107 km ke Semporna. Jika Anda bergerak langsung dari Bandara Tawau (TWU), jaraknya sedikit lebih pendek, yakni sekitar 82 km.
Untuk sampai ke Semporna, tak lama. Hanya sekira 1 jam lebih mengingat jalannya yang mulus. Bisa menggunakan minibus atau van tur yang tarifnya sekitar RM28 hingga RM35 per orang dari Tawau. Bisa juga menggunakan taksi bandara atau E-Hailing dengan tarif berkisar RM95 hingga RM150 – RM220, tergantung negosiasi dan jenis kendaraan.
“Aku sudah pernah ke sini (Semporna). Tapi, kalau dengan Dayang Resort, ini pertama kalilah. Bilang orang, tempatnya bagus,” kata Haeruddin, kawan pengusaha asal Tawau kepada satukaltara.com.
Dengan speedboat khusus dari Dayang Resor, rombongan sampai di resor yang dimaksud Haeruddin. Hanya 15 menit perjalanan, rombongan langsung merasa seperti menetap di atas ombak. Satu persatu pelayan Dayang Resort datang. Sambutan mereka tak hanya hangat, tapi juga menyenangkan.
“Nama Dayang (Dayang Resort) nih, bukan dari nama siapa pun. Tapi ia diambil karena namanya klasik namun padan dengan kebutuhan dunia yang semakin modern,” ungkap pemilik Dayang Resort, Noor Sharlisa Dawi kepada satukaltara.com.
Lokasinya cukup strategis. Tak jauh dari pusat kota. Resor ini juga menawarkan pengalaman tinggal yang premium dan sepenuhnya terapung di atas air laut. Resor ini juga dibangun menyerupai penyu raksasa jika dilihat dari udara. Selain itu, resor ini juga memanfaatkan struktur panggung kayu tradisional, tentu dengan sentuhan modern minimalis.
“Dayang Resort ini beroperasi pada 22 Februari 2023. Masa itu kami bermula dengan 5 buah unit sahaja. Barulah berkembang sehingga kini menjadi 10 buah bilik (kamar) menjadi 10 buah bilik,” paparnya.
Kata Lisa –sapaan Noor Sharlisa Dawi– lagi, Dayang Resort memiliki kelebihan lain yang tak kalah bersaing dengan resor lainnya. Resor ini, kata dia, dia terletak di tengah laut yang dipenuhi koral yang cantik. “Kami juga bekerjasama dengan Jabatan Perikanan (Dinas Perikanan) Tawau, di mana kami ada membuat penanaman belantok, kami juga ada membuat pemeliharaan ikan, ikan sakar,” katanya.
Selain itu, Lisa melanjutkan, Dayang Resort juga memperhatikan budaya yang modern. Hal ini dilakukan agar pelancong yang datang merasa nyaman dengan pengalaman-pengalaman menarik yang ditawarkan Dayang Resort.
“Di sini kita ada banyak fasilitas seperti kolam renang, bathtub, dan juga lain-lain.
Terkait dengan pelancong dari luar negara seperti Indonesia,” katanya.
Namun, kata pebisnis muda asal Malaysia ini, pelancong Indonesia yang datang ke Semporna tidak terlalu banyak. Kendati, pelancong Indonesia yang datang umumnya adalah influencer terkenal.
“Mereka memang sangat famous (terkenal) di Indonesia. Mempunyai jutaan followers. So, dia juga baru bermula mempromosikan Dayang Resort ini dan juga Semporna,” katanya.
Karena itulah, Lisa berharap kunjungan traveler, influencer, wartawan dan lainnya dapat membawa dampak positif bagi wisata Malaysia, khususnya Semporna. “Pelancong-pelancongnya daripada Indonesia mungkin di Semporna. Saya dapat rasakan dia (informasi soal Dayang Resort) belum begitu meluas, belum begitu menjadi perhatian daripada orang Indonesia. Tapi saya berharap semakin ramai (warga) Indonesia akan datang ke sini, semakinlah Semporna maju dari sisi pelancongan,” harapnya.
Di dunia pariwisata Malaysia, Sharlisa memang masih muda. Di laman instagramnya ‘Bae Lee Sza D’, Lisa kerap membagikan aktivitas travelingnya. Dia juga terpantau kerap memposting kegiatan wisata luar negeri yang dia jalani.
Lisa juga sering tampil di media besar di sana sebagai pemerhati lingkungan pariwisata. Termasuk belum alam ini memberikan saran dan kritik kepada pemerintah Malaysia, khususnya Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia terkait perawatan terumbu karang yang berkesinambungan. (bersambung)

