KALTARATARAKAN

Ekonomi Sulit, Semangat Berkurban Warga Kaltara Tetap Tinggi

TARAKAN – Perayaan Idul Adha tahun ini di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berlangsung serentak dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltara, Syamsi Sarman, menilai momen ini menjadi pertanda baik bagi persatuan umat sekaligus menunjukkan semangat berkurban yang tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Syamsi Sarman mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini terasa istimewa karena berjalan selaras antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai organisasi keagamaan. Bahkan, waktunya juga bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi saat jemaah sedang menjalani wukuf di Arafah.

“Yang pertama, tentu kita patut bersyukur karena tahun ini semuanya bisa berjalan bersama. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai kelompok umat Islam melaksanakan salat di waktu yang sama. Bahkan, momennya juga bertepatan dengan jemaah haji yang sedang wukuf di Arafah,” ujarnya.

Menurutnya, kebersamaan tersebut diharapkan membawa keberkahan dan memperkuat persatuan umat Islam, khususnya di Kaltara.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban. Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya membaik, semangat berbagi dan kepedulian sosial tetap terlihat di berbagai masjid.

“Saya melihat semangat masyarakat untuk berkurban masih sangat baik. Hampir setiap masjid ada hewan kurban, meskipun hanya dua atau tiga ekor. Ini luar biasa, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit, daya beli menurun, dan harga kebutuhan pokok yang naik,” katanya.

Ia berharap semangat berbagi tersebut dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaan kurban di lingkungan Muhammadiyah Kaltara, jumlah hewan kurban tahun ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data sementara, terdapat lebih dari 30 ekor sapi yang disembelih dan tersebar di beberapa titik.

“Di Al-Amin ada 10 ekor, di Al-Mustahidah Mamburungan juga 10 ekor, jadi sudah 20. Di tempat lain ada lima, ada enam, totalnya sekitar 30 ekor lebih. Alhamdulillah, sepertinya meningkat tahun ini,” jelasnya.

Syamsi berharap jumlah hewan kurban tersebut dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Terkait distribusi daging kurban, Muhammadiyah menegaskan bahwa manfaat kurban diperuntukkan bagi masyarakat luas, tidak hanya untuk internal organisasi.

“Kita mengutamakan masyarakat sekitar. Muhammadiyah itu berkurban, tetapi manfaatnya harus bisa dirasakan semua masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, prioritas pembagian tetap diberikan kepada warga di sekitar amal usaha Muhammadiyah, termasuk tenaga pendidik, siswa, dan masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Idul Adha ini pun diharapkan semakin mempererat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan ketakwaan umat kepada Allah SWT.

“Selamat menunaikan ibadah kurban. Semoga ibadah ini semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT,” tutupnya. (rz)

Back to top button