Bapperida Kaltara Gandeng BRIN Susun Strategi Pengembangan Beras Adan Krayan
TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan kajian pengembangan Beras Adan Krayan sebagai komoditas pangan unggulan daerah. Kajian ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kaltara, Mochamad Sarkawi mengatakan, kajian tersebut bertujuan memetakan potensi, rantai nilai, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan Beras Adan Krayan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyusun rekomendasi berbasis data dan hasil riset agar pengembangan Beras Adan Krayan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya Kaltara Minggu (6/6/2026).
Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi Focus Group Discussion (FGD), pendampingan teknis pemanfaatan sertifikasi Indikasi Geografis (IG), hingga koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memverifikasi data primer secara komprehensif.
Sarkawi menegaskan, proses verifikasi data menjadi tahapan penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat.
“Data yang akurat akan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.
Tidak hanya melakukan pengumpulan data di tingkat kabupaten, tim kajian juga turun langsung ke wilayah Krayan, khususnya di Long Bawan, untuk melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan.
Mereka melibatkan pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Beras Adan, petani, pedagang, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai produksi dan pemasaran komoditas tersebut.
“Kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh mulai dari proses budidaya, pascapanen, distribusi hingga strategi pemasaran Beras Adan yang telah memiliki sertifikasi Indikasi Geografis,” jelasnya.
Beras Adan Krayan dinilai memiliki nilai strategis tidak hanya sebagai penopang ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Utara. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, BRIN, akademisi, dan masyarakat lokal dinilai penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah.
Selain itu, pemanfaatan sertifikasi Indikasi Geografis diharapkan mampu menjadi instrumen perlindungan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan, hasil kajian ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam penyusunan kebijakan pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal.
“Harapannya, Beras Adan Krayan tidak hanya menjadi identitas pangan unggulan Kalimantan Utara, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (rm)

