Libur Sekolah, Festival Iraw Tengkayu Bidik 10 Ribu Pengunjung
TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan memajukan pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu 2026 ke awal Juli dengan memanfaatkan momentum libur sekolah. Event budaya tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli itu ditargetkan mampu menarik hingga 10 ribu pengunjung sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan Agustina mengatakan, persiapan festival hingga akhir Juni telah mencapai sekitar 50 persen dan berjalan sesuai rencana. Seluruh persiapan ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan.
Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, menurutnya festival tetap dikemas meriah dengan mengoptimalkan potensi seniman dan pelaku budaya lokal.
“Persiapan saat ini sudah sekitar 50 persen dan berjalan sesuai jadwal. Kami tetap berupaya menghadirkan festival yang meriah dengan mengoptimalkan potensi seniman dan pelaku budaya lokal,” ujarnya.
Festival tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat Melindungi dan Mengembangkan Warisan Budaya Iraw Tengkayu di Bumi Paguntaka Tarakan HIBOT.” Berbagai agenda budaya telah disiapkan untuk memeriahkan perhelatan tersebut.
Salah satu kegiatan utama adalah Ngarak de Padaw Tuju Dulung, yakni arak-arakan budaya yang melibatkan kendaraan hias, sepeda hias, serta pawai masyarakat mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, akan digelar prosesi adat Pelarungan Padaw Tuju Dulung, tradisi sakral masyarakat Suku Tidung berupa pelarungan perahu berhias haluan tujuh ke laut sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut.
Festival juga akan diramaikan dengan Pentas Budaya Nusantara, pameran produk UMKM, dan beragam hiburan rakyat yang diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Tarakan.
Agustina menjelaskan, keputusan memajukan jadwal pelaksanaan menjadi strategi untuk meningkatkan jumlah pengunjung karena bertepatan dengan masa libur sekolah.
“Jadwal dimajukan agar bertepatan dengan libur sekolah sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus kunjungan wisatawan,” katanya.
Dengan mengusung konsep yang lebih inklusif dan berbasis potensi lokal, Festival Iraw Tengkayu 2026 diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya Suku Tidung sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Tarakan, dengan target kunjungan mencapai sekitar 10 ribu orang selama dua hari pelaksanaan. (rz)

