NUNUKAN – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari, Senin (13/7), memicu banjir di tiga desa di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Luapan sungai yang tertahan pasang air laut menyebabkan permukiman warga di Desa Aji Kuning, Sungai Limau, dan Bukit Harapan terendam, dengan Desa Aji Kuning menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang bersamaan dengan pasangnya air laut, sehingga aliran Sungai Aji Kuning tidak mampu mengalir ke laut. Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan saat puncak banjir pada subuh hari, ketinggian air di sejumlah titik mencapai paha orang dewasa.
“Curah hujan yang tinggi sejak dini hari bersamaan dengan air laut pasang menyebabkan debit Sungai Aji Kuning meningkat. Saat puncak banjir pada subuh hari, ketinggian air di sejumlah titik mencapai paha orang dewasa,” ujar Aris.
Menurutnya, Desa Aji Kuning menjadi wilayah yang paling terdampak karena berada di dataran rendah dan menjadi lokasi berkumpulnya aliran air dari wilayah hulu. Saat air laut pasang, aliran sungai tertahan sehingga meluap ke kawasan permukiman.
“Kondisi Desa Aji Kuning memang lebih rendah. Jadi air dari wilayah atas semuanya ke sana sebelum menuju laut. Saat air laut pasang, air sungai tertahan sehingga meluap ke permukiman,” jelasnya.
Aris menyebut banjir memang kerap terjadi di wilayah tersebut. Namun, kejadian kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir sejak banjir besar pada akhir 2019.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi kantor desa dan bangunan Pamsimas yang kini masih dibersihkan dari lumpur. Sejumlah barang elektronik milik warga dilaporkan rusak akibat terendam air.
Saat ini genangan mulai berangsur surut seiring turunnya debit Sungai Aji Kuning dan berakhirnya pasang air laut.
Meski demikian, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. (sym)

