TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan resmi mencanangkan Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Senin (20/7/2026). Program nasional tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Bupati Bulungan Syarwani dan Kepala BPS Kabupaten Bulungan Yuda Agus Irianto, disaksikan 74 kepala desa yang mengikuti retreat di Tanjung Selor.
Pencanangan Desa Cantik menjadi salah satu agenda utama dalam retreat kepala desa yang berlangsung selama lima hari. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik yang akurat, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat desa maupun kabupaten.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program Desa Cantik yang diinisiasi BPS. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui penandatanganan kerja sama ini tentu akan kita turunkan implementasinya kepada seluruh kepala desa. Kita berharap Program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik ini dapat berjalan dengan baik karena merupakan bagian dari program nasional yang harus kita sukseskan bersama,” ujar Syarwani.
Ia menegaskan, pemerintah desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga harus mampu menjadi produsen data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, materi mengenai pengelolaan data statistik turut dimasukkan dalam agenda retreat sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepala desa.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bulungan Yuda Agus Irianto menjelaskan, Program Desa Cantik merupakan langkah awal membangun budaya sadar statistik di seluruh desa dan kelurahan. BPS akan memberikan pembinaan secara bertahap mulai dari metode pendataan, pengolahan data hingga publikasi statistik agar seluruh wilayah memiliki standar penyajian data yang sama.
“Kami berharap seluruh desa maupun kelurahan dapat bersinergi dengan BPS, baik dalam metode pendataan, pengolahan data maupun publikasi statistik di masing-masing wilayah,” katanya.
Menurut Yuda, sasaran pembinaan mencakup seluruh 74 desa dan tujuh kelurahan di Kabupaten Bulungan atau sebanyak 81 wilayah administrasi. Dengan terwujudnya satu data desa yang terintegrasi, informasi statistik diharapkan semakin akurat, seragam, dan dapat dimanfaatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Program tersebut juga diharapkan menjadi kontribusi Kabupaten Bulungan dalam mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia dari tingkat desa, sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis data yang terpercaya. (rm)

