Cekcok, Mandor Proyek Sekolah Rakyat di Ditikam
TARAKAN – Perselisihan sepele di lingkungan kerja berujung kekerasan. Seorang mandor proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Tarakan, berinisial MT (36), mengalami luka tusuk setelah diserang pekerjanya sendiri, AS (45), pada Rabu (22/7/2026) pagi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.20 Wita di mes pekerja proyek di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 19, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara. Saat itu, suasana yang awalnya santai karena para pekerja sedang sarapan mendadak berubah mencekam.
Kapolres Tarakan Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, insiden bermula dari percakapan terkait aktivitas pekerjaan hari itu.
“Sejumlah pekerja menanyakan apakah pekerjaan tetap dilakukan. Namun korban menjawab bahwa pekerjaan tidak dilaksanakan karena para pekerja dinilai hanya datang untuk duduk-duduk,” ujar Ghazy.
Jawaban tersebut memicu ketersinggungan pelaku hingga terjadi adu mulut. Meski sempat dilerai rekan-rekan pekerja, situasi kembali memanas beberapa saat kemudian.
Korban yang berjalan ke teras depan kembali menyampaikan pernyataannya kepada pekerja lain. Tak lama berselang, pelaku datang dari arah belakang dan langsung melakukan penusukan menggunakan pisau dapur.
“Korban mengalami dua luka tusuk di bagian punggung dan paha. Senjata yang digunakan diduga pisau dapur yang ada di mes pekerja,” jelasnya.
Usai menyerang, pelaku melarikan diri melalui pintu belakang dan diduga membuang pisau di sekitar lokasi. Polisi hingga kini masih melakukan pencarian barang bukti tersebut.
Korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum. Kondisinya kini dilaporkan stabil.
“Luka tusuk memiliki kedalaman sekitar tiga sentimeter. Korban sudah mendapatkan penanganan medis dan hanya mengeluhkan nyeri pada bagian luka,” tambah Ghazy.
Polisi menerima laporan sekitar pukul 09.45 Wita dan langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyebar untuk mencari pelaku. Hasilnya, pelaku berhasil diamankan pada pukul 16.00 Wita di wilayah Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat.
“Pelaku diamankan tanpa perlawanan saat berjalan kaki. Saat ini sudah dibawa ke Polsek Tarakan Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban dan pelaku sama-sama berasal dari Makassar dan bekerja dalam proyek yang sama di Tarakan.
Polisi masih mendalami motif penusukan tersebut. Meski belum ditemukan indikasi dendam pribadi, penyidik mengungkap adanya informasi terkait persoalan upah pekerja yang belum dibayarkan.
“Masih kami dalami apakah persoalan upah ini berkaitan dengan kejadian. Penyelidikan terus dilakukan, termasuk melengkapi alat bukti,” pungkas Ghazy. (rz)

