KALTARABULUNGANOLAHRAGA

KONI Bulungan Perkuat Cabor, Cetak Atlet Berprestasi

TANJUNG SELOR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan dengan memperkuat organisasi cabang olahraga (cabor) dan mengembangkan Program Bulungan Unggul. Langkah ini diyakini menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Ketua KONI Bulungan Heru Rahmadi mengatakan, sejak memimpin organisasi tersebut, pihaknya menetapkan dua target utama, yakni sukses kelembagaan dan sukses prestasi. Menurutnya, prestasi atlet tidak akan lahir tanpa organisasi cabor yang sehat dan mampu menjalankan pembinaan secara konsisten.

“Sejak awal saya memiliki dua target utama, yakni sukses kelembagaan dan sukses prestasi. Prestasi tidak akan lahir tanpa organisasi yang kuat. Karena itu, kami membangun pondasinya terlebih dahulu,” ujar Heru, Kamis (23/7/2026).

Saat ini KONI Bulungan membina 45 cabang olahraga, termasuk organisasi fungsional seperti Seksi Wartawan Olahraga (SIWO). Seluruh cabor mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa ada perlakuan khusus terhadap cabang tertentu.

Menurut Heru, organisasi yang kuat akan memudahkan penyusunan program latihan, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pelaksanaan kompetisi secara berjenjang.

Untuk mempercepat lahirnya atlet berprestasi, sejak 2024 KONI Bulungan menggulirkan Program Bulungan Unggul. Program ini menjaring atlet potensial dari berbagai cabor untuk mendapatkan pembinaan khusus di bawah Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).

Selain menjalani latihan rutin di daerah, para atlet juga dikirim mengikuti pemusatan latihan di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Malaysia guna menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas latihan.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, atlet binaan KONI Bulungan berhasil menyumbangkan satu medali emas dari cabang panahan dan dua medali perunggu dari cabang ski air.

Saat ini sekitar 14 atlet terbaik masih menjalani pembinaan lanjutan melalui Program Bulungan Unggul sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Selain memperkuat pembinaan atlet, KONI Bulungan juga menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat.

Salah satu implementasinya adalah kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam penyusunan metode latihan berbasis ilmu pengetahuan olahraga.

“Orientasi kami bukan sekadar mengejar medali. Yang lebih penting adalah membangun sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Jika fondasinya kokoh, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya,” tegas Heru. (rm)

Back to top button