KALTARABULUNGAN

Bupati Wajibkan Desa Gelar ‘Madu Ngempada’, Perkuat Musyawarah Bangun Desa

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani, resmi menutup Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan yang diikuti 74 kepala desa di Gedung Pertemuan BKPSDM Bulungan, Kamis (23/7/2026). Pada penutupan kegiatan itu, Syarwani menginstruksikan seluruh kepala desa menerapkan semangat “Madu Ngempada Tenguyun Berdesa” melalui forum musyawarah yang melibatkan seluruh unsur masyarakat sebagai fondasi pembangunan desa yang partisipatif.

Retreat yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas kepala desa, mulai dari kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, peningkatan pelayanan publik hingga penyusunan strategi pembangunan yang inklusif.

Menurut Syarwani, ilmu yang diperoleh selama kegiatan harus diterapkan dalam pemerintahan desa melalui budaya berdiskusi dan gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Syarwani juga merespons aspirasi para kepala desa mengenai kesejahteraan kepala desa purna tugas. Ia mengungkapkan, Pemkab Bulungan telah menyiapkan rancangan regulasi, namun implementasinya masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.

“Secara regulasi pemerintah daerah sudah menyiapkan draft-nya. Namun, kita masih menunggu Permendagri sebagai dasar hukum agar kebijakan ini dapat diterapkan. Mudah-mudahan ini menjadi hadiah bagi para kepala desa purna tugas,” ujar Syarwani.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga tengah mengkaji regulasi yang memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pengurus lembaga adat di desa. Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Syarwani menegaskan, semangat “Madu Ngempada Tenguyun Berdesa” harus diwujudkan melalui forum musyawarah di setiap desa dengan melibatkan BPD, perangkat desa, ketua RT, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, forum anak hingga kelompok perempuan.

Ia menilai penyusunan APBDes harus dilakukan secara terbuka agar seluruh program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan kebersamaan, keterbukaan, dan partisipasi seluruh elemen desa, Syarwani optimistis desa-desa di Kabupaten Bulungan akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (rm)

Back to top button