TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, membludak hingga mengular sekitar satu kilometer dan meluber ke badan jalan, Jumat (24/7). Kendaraan yang mengantre bahkan memenuhi dua lajur jalan, memicu keluhan warga karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Panjang antrean membuat pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas. Ismail, warga Desa Padaelo, menilai kondisi tersebut sudah membahayakan karena kendaraan yang mengantre memakan sebagian besar badan jalan. Menurutnya, jarak pandang yang terbatas pada malam hari dapat meningkatkan potensi tabrakan jika pengendara tidak menyadari adanya antrean di depan.
“Antreannya sudah terlalu panjang, bahkan sampai dua baris dan memakan badan jalan. Kalau malam hari sangat berbahaya karena kendaraan yang melintas bisa saja tidak melihat antrean di depan. Kami khawatir bisa terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan pengaturan lalu lintas maupun rekayasa antrean agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Sementara itu, Pengawas SPBU Jalan Sengkawit, Aldi, menjelaskan antrean panjang bukan disebabkan kehabisan stok BBM, melainkan meningkatnya jumlah kendaraan yang datang mengisi bahan bakar, termasuk dari luar Kalimantan Utara (Kaltara).
Menurutnya, banyak kendaraan dari daerah lain memilih mengantre di SPBU tersebut karena kesulitan memperoleh BBM di wilayah asal.
“Bahkan ada pengendara yang bertahan dua hingga tiga hari di sekitar SPBU karena merasa peluang mendapatkan BBM di sini lebih besar,” kata Aldi.
Ia menegaskan, SPBU Sengkawit tidak pernah kehabisan stok, namun pasokan harian yang diterima masih terbatas, berkisar antara delapan hingga 16 kiloliter sesuai kuota distribusi.
Untuk menjaga pemerataan, SPBU membatasi pembelian maksimal 40 liter untuk mobil dan 10 liter bagi sepeda motor.
Aldi menilai, antrean baru akan berkurang apabila seluruh SPBU di wilayah sekitar beroperasi dengan pasokan BBM yang memadai sehingga beban distribusi tidak hanya bertumpu pada SPBU Jalan Sengkawit.
“Kalau semua SPBU buka bersamaan dan pasokannya tersedia, antrean pasti bisa terbagi. Selama distribusi BBM di daerah lain belum kembali normal, potensi antrean panjang masih akan terus terjadi,” tutupnya. (rm)

