KALTARABULUNGAN

Permintaan Melejit, Produksi AMDK Kayanku Digenjot Dua Shift

TANJUNG SELOR – Tingginya permintaan masyarakat terhadap Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Kayanku mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mempercepat peningkatan kapasitas produksi. Produksi yang saat ini sekitar 1.200 botol per jam ditargetkan naik menjadi 2.000 botol per jam melalui penambahan jam operasional dan tenaga kerja.

Sebagai bagian dari evaluasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat, Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan H. Risdianto didampingi Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta dan Direktur PT Bulungan Persada Mandiri meninjau intake air baku serta fasilitas produksi AMDK Kayanku, Jumat (24/7).

Risdianto mengatakan, tingginya animo masyarakat menjadi dasar pemerintah bersama distributor, Perumda Air Minum Danum Benuanta, dan PT Bulungan Persada Mandiri menyusun strategi percepatan produksi.

Menurutnya, kualitas Kayanku dinilai mampu bersaing dengan produk nasional, sementara distribusi yang diproduksi langsung di Bulungan menjadi keunggulan tersendiri karena kualitas tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

“Dari hasil evaluasi, rasa dan kualitas Kayanku dinilai hampir setara dengan salah satu merek nasional yang selama ini menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar air mineral di Bulungan. Ditambah harganya lebih terjangkau, sehingga menjadi pilihan ekonomis bagi masyarakat,” ujar Risdianto.

Untuk mengejar target tersebut, operasional pabrik yang selama ini hanya berjalan satu shift akan ditingkatkan menjadi dua shift. Saat ini produksi rata-rata mencapai sekitar 1.200 botol per jam, sementara kapasitas mesin sebenarnya mampu menghasilkan hingga 2.400 botol per jam dan beroperasi selama 24 jam.

“Selama ini mesin baru digunakan sekitar lima jam per hari. Artinya peluang peningkatan produksi masih sangat besar apabila permintaan terus bertambah,” katanya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Pemkab Bulungan juga meminta PT Bulungan Persada Mandiri menjamin ketersediaan bahan baku dan menambah tenaga kerja agar proses produksi berjalan optimal.

Di sisi lain, Perumda Air Minum Danum Benuanta diminta menjaga kelestarian Sungai Kayan sebagai sumber air baku utama, termasuk memastikan pengelolaan limbah produksi dilakukan secara baik agar pengembangan industri tetap sejalan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Penanganan limbah dan sampah hasil produksi tidak boleh diabaikan. Ini menjadi tanggung jawab seluruh produsen agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya. (rm)

Back to top button