
TANJUNG SELOR – Pengembangan usaha peternakan ayam petelur di Kalimantan Utara mulai menunjukkan hasil. Program bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kepada kelompok peternak kini memasuki tahap panen perdana, sekaligus menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Panen perdana tersebut dilakukan di kandang milik Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Bumi Rahayu, Kabupaten Bulungan, Sabtu (25/7), yang dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Keberhasilan panen perdana ini, kata Zainail, menjadi indikator bahwa usaha peternakan rakyat mampu berkembang apabila didukung melalui bantuan pemerintah, pendampingan, serta komitmen para peternak dalam mengelola usahanya.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan panen perdana telur dari kandang yang dibangun melalui program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggunakan APBD Tahun 2025,” ujar Zainal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras para peternak yang mampu memanfaatkan bantuan pemerintah menjadi usaha produktif. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok peternak lainnya untuk terus meningkatkan produksi.
“Panen perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti bahwa usaha peternakan ayam petelur di Kalimantan Utara memiliki prospek yang baik. Kami ingin peternak semakin mandiri, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Saat ini, hasil produksi telur dari Kelompok Tani Tunas Harapan telah mulai dipasarkan dan memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjung Selor. Selain itu, harga telur yang dijual juga lebih kompetitif dibandingkan pasokan dari luar daerah sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Zainal, berkembangnya usaha peternakan ayam petelur tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan peternak, tetapi juga mengurangi ketergantungan Kaltara terhadap pasokan telur dari luar daerah.
Ia mengungkapkan, kebutuhan telur di Kalimantan Utara saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksi.
Karena itu, Pemprov Kaltara berharap pemerintah pusat melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltara dapat memberikan dukungan lanjutan berupa pembangunan kandang ayam petelur di lebih banyak lokasi agar produksi telur lokal semakin meningkat.
“Harapan kami, usaha peternakan ayam petelur terus berkembang, kesejahteraan peternak meningkat, dan kebutuhan protein masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan rakyat, pada 2025 Pemprov Kaltara menyalurkan bantuan sebanyak 6.500 ekor ayam petelur kepada empat kelompok tani.
Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Apung menerima bantuan 1.800 ekor ayam petelur beserta dua unit kandang. Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Bumi Rahayu memperoleh 1.900 ekor ayam petelur dan dua unit kandang.
Sementara itu, Kelompok Garuda Perbatasan di Desa Jelarai Selor serta Kelompok Lasindra Putra di Desa Sajau Hilir masing-masing menerima 1.400 ekor ayam petelur lengkap dengan dua unit kandang.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Kaltara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, BRMP Kaltara, penyuluh pertanian, serta kelompok peternak dalam mendorong tumbuhnya sentra-sentra peternakan ayam petelur yang mampu menopang ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rm)

