MALINAU – Dojang Unggul Academy yang mewakili Kabupaten Nunukan tampil impresif pada Bupati Malinau Cup V (BMC) 2026 di cabang olahraga (Cabor) Taekwondo. Dari 21 atlet yang diturunkan dalam ajang yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 itu, kontingen Nunukan sukses membawa pulang 20 medali, terdiri dari 15 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Tak hanya itu, kontingen Nunukan berada paringkat ke 3 perolehan medali setelah Kota Tarakan dan Malinau. Bahkan, menjadi salah seorang atlet meraih kategori atlet putri terbaik atas nama Afika.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan membanggakan bagi Dojang Unggul Academy. Dari total 21 atlet, hanya satu atlet yang belum berhasil meraih medali, sementara sisanya mampu naik podium di berbagai kategori, baik kelas prestasi maupun festival.
Pelatih Dojang Unggul Academy, Muhammad Aidil Ilham Pasha, mengaku puas dengan penampilan para atletnya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang selama ini difokuskan pada peningkatan ketahanan fisik sehingga mampu bersaing dan mengalahkan atlet-atlet dari Tarakan, Bulungan hingga tuan rumah Malinau.
“Setelah turnamen ini ada banyak catatan penting untuk atlet. Tapi yang paling penting mereka mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal mengikuti turnamen-turnamen berikutnya,” ujar Pasha, sapaan akrabnya saat ditemui di GOR Pemda Malinau, Minggu (26/7/2026).
Pada hari pertama pertandingan, 11 atlet kelas prestasi berhasil menyumbangkan 4 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu, sementara 5 atlet lainnya belum berhasil meraih medali. Di kelas festival, lima atlet tampil gemilang dengan torehan 4 emas dan 1 perak.
Memasuki hari kedua, sembilan atlet kembali bertanding. Dari kelas prestasi diperoleh 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, sedangkan seluruh atlet kelas festival berhasil menyapu bersih 5 medali emas.
Sementara itu, Bedlo, orang tua atlet yang putrinya meraih emas di kategori Pra Cadet Under 34 kilogram, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan itu membuktikan kualitas pembinaan yang dilakukan Dojang Unggul Academy.
“Usaha tidak menghianati hasil. Latihan yang selama ini dijalani terbukti mampu menghasilkan atlet yang bisa diandalkan. Nunukan kini cukup disegani dalam setiap kejuaraan taekwondo di Kalimantan Utara,” katanya.
Bedlo juga mengungkapkan, seluruh keberangkatan atlet ke Malinau dibiayai secara mandiri oleh orang tua. Meski demikian, semangat untuk mengharumkan nama Kabupaten Nunukan tetap menjadi motivasi utama.
“Kedatangan ke kejuaraan ini memang menggunakan dana pribadi orang tua. Tapi kami tetap bangga bisa mengharumkan nama Kabupaten Nunukan. Untuk sebuah prestasi memang tidak perlu berharap banyak dari anggaran pemerintah daerah,” tegasnya.
Seperti diketahui, turnamen Taekwondo Open Kaltara–Kaltim tersebut diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai daerah di Kaltara dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebagai bentuk dukungan Pemkab Malinau terhadap pembinaan olahraga sekaligus
memberikan semangat kepada para atlet yang
tengah berkompetisi, Bupati Malinau Wenpi hadir dan menyaksikan pertandingan di hari pertama pelaksanaan.
Wenpi mengapresiasi seluruh atlet yang telah
berpartisipasi. Ia berpesan agar para peserta
tetap bersemangat mengikuti pertandingan
hingga selesai serta menjadikan kejuaraan ini
sebagai ajang untuk mengasah kemampuan dan
menambah pengalaman bertanding.
Menurutnya, BMC menjadi salah satu momentum penting dalam mempersiapkan
atlet-atlet terbaik menuju Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara 2026 yang
akan digelar di Kabupaten Malinau.
Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar
senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai
sportivitas selama bertanding.
“Menang dan kalah merupakan hal yang bias adalam sebuah kompetisi, namun pengalaman yang diperoleh dari setiap pertandingan akan menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang,” pesannya. (bed)

