Pergaulan Pelajar Makin Kompleks, Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi
TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) menyoroti semakin kompleksnya dinamika pergaulan di kalangan pelajar, seiring derasnya arus informasi di era digital. Kondisi ini mendorong pentingnya penguatan pengawasan serta pendampingan terhadap peserta didik, tidak hanya oleh sekolah, tetapi juga keluarga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin menegaskan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Karena itu, pembentukan karakter tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.
“Memang di era sekarang ini tantangan pergaulan anak-anak kita semakin kompleks. Seiring perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, kita melihat berbagai fenomena pergaulan di kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia menekankan, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik, sekaligus tempat membangun karakter yang kuat.
“Sekolah adalah tempat menuntut ilmu sekaligus membentuk karakter. Tugas kami, tugas sekolah, dan tugas seluruh pihak adalah memastikan setiap peserta didik merasa aman, nyaman, serta terlindungi dari segala bentuk perundungan dan diskriminasi,” sambungnya.
Hasanuddin mengingatkan, peran orang tua sangat krusial dalam mendampingi anak, terutama dalam menghadapi pengaruh lingkungan dan media digital yang semakin luas.
“Saya juga mengimbau bahwa pihak sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Untuk para orang tua atau wali, mari kita tingkatkan komunikasi dan pengawasan kepada anak-anak kita. Jadilah pendengar yang baik, kenali lingkungan pergaulan serta aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” katanya.
Di sisi lain, Hasanuddin memberikan pesan langsung kepada para pelajar agar tetap fokus pada hal-hal positif yang mendukung masa depan mereka.
“Untuk para peserta didik, anak-anakku sekalian, fokuslah pada prestasi dan cita-cita kalian. Isi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti belajar, berorganisasi, berolahraga, maupun berkesenian. Hormati guru, hormati orang tua, dan hormati teman-teman,” pesannya.
Terkait adanya dugaan kasus yang mengarah pada eksploitasi anak, pelecehan, maupun pelanggaran hukum, Disdikbud Kaltara meminta agar setiap informasi segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat.
“Intinya, jika ada kasus yang mengarah pada eksploitasi anak, pelecehan, penyimpangan, maupun pelanggaran hukum, saya minta agar segera dilaporkan kepada pihak sekolah, dinas, atau pihak berwenang,” tegas Hasanuddin.
Ia berharap, dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, lingkungan pendidikan yang sehat dan aman bagi pelajar dapat terus terjaga. (rz)

