TARAKAN – Tongkat komando Polres Tarakan resmi berganti. AKBP Bonifasius Rumbewas langsung dihadapkan pada ‘pekerjaan rumah’ (PR) besar, menjaga sekaligus meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota dengan dinamika ekonomi dan sosial yang kian kompleks.
Serah terima jabatan dipimpin Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Agus Wijayanto di Mapolda Kaltara pada 31 Juli 2026. Usai prosesi tersebut, penyambutan Kapolres baru dilanjutkan dengan tradisi pedang pora di Mapolres Tarakan, Rabu (5/8/2026).
Bonifasius mengungkapkan, Kapolda Kaltara memberikan penekanan khusus terhadap kondisi kamtibmas di Tarakan yang dinilai memiliki tantangan tersendiri dibanding wilayah lain.
“Terhitung mulai tanggal 31 Juli kami menerima amanah dari Bapak Kapolda sesuai telegram dari Mabes Polri untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolres Tarakan. Bapak Kapolda menekankan, kami selaku pejabat Kapolres yang baru untuk lebih meningkatkan situasi kamtibmas yang ada di wilayah Tarakan,” ujarnya.
Ia menilai, karakteristik Tarakan berbeda dengan Kabupaten Nunukan, tempat dirinya sebelumnya bertugas. Perbedaan tersebut tidak hanya dari sisi demografi, tetapi juga aktivitas masyarakat, kondisi ekonomi, hingga dinamika sosial yang berkembang.
Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Kaltara dengan masyarakat heterogen, Tarakan dinilai memiliki potensi kerawanan yang membutuhkan respons cepat dari aparat kepolisian.
“Ada beberapa kasus yang mungkin disampaikan langsung oleh Bapak Kapolda kepada kami yang menjadi atensi publik untuk segera ditangani. Jangan sampai terjadi ketersinggungan dari masyarakat yang kemudian bisa berdampak langsung kepada situasi kamtibmas,” katanya.
Selain itu, Bonifasius juga menyoroti keterkaitan erat antara kondisi ekonomi, sosial, dan politik dengan stabilitas keamanan. Menurutnya, pemahaman terhadap dinamika tersebut menjadi bekal penting dalam mengambil kebijakan.
“Melihat kompleksitas perekonomian, kebutuhan masyarakat, kemudian situasi politik yang lebih kompleks di Tarakan, tentunya ini mempunyai keterikatan khusus yang bisa berdampak langsung kepada situasi kamtibmas. Kita sebagai anggota polisi walaupun tidak berpolitik, tetapi harus paham dan tahu tentang politik,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugasnya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Polres Tarakan, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami membutuhkan dukungan seluruh personel, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Polres Tarakan tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi menjadi kunci untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang mantap,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Bonifasius akan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke berbagai instansi serta pemerintah daerah guna membangun komunikasi dan koordinasi.
“Setelah kegiatan ini kami akan melaksanakan sambang ke instansi-instansi terkait dan pemerintah daerah, sekaligus melapor bahwa kami bergabung sebagai warga Tarakan dan melaksanakan tugas di sini,” tutupnya. (rz)