Catut Nama Sekda, Penipu Minta Transfer Rp75 Juta
TARAKAN – Aksi penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kota Tarakan. Kali ini, pelaku menggunakan nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Abd. Azis Hasan, untuk meminta transfer dana hingga Rp75 juta melalui pesan WhatsApp.
Pemerintah Kota Tarakan memastikan pesan tersebut merupakan modus penipuan dan meminta masyarakat untuk tidak menanggapi permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat daerah.
Sekda Tarakan, Abd. Azis Hasan mengungkapkan, informasi terkait penipuan ini pertama kali diketahui dari internal Sekretariat Daerah, setelah adanya pegawai yang menerima telepon terkait nomor WhatsApp yang mengaku sebagai dirinya.
“Begitu kita dengar informasi itu, kebetulan yang ditelepon pertama orang di Setda. Jadi langsung saya minta ke Kabag Prokopim, Humas kita, segera disebarkan supaya jangan sampai ada korban,” ujar Azis.
Dalam pesan yang beredar, pelaku menggunakan nama dan foto profil Sekda untuk meyakinkan korban. Pelaku kemudian meminta transfer dana sebesar Rp75 juta ke rekening Bank BNI atas nama Nur Cahyadi, dengan alasan kebutuhan akomodasi kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Tarakan langsung bergerak cepat dengan menyebarkan imbauan resmi kepada ASN dan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa.
Azis menegaskan, tidak ada pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan yang meminta uang melalui pesan pribadi maupun sambungan telepon.
“Intinya begini, enggak ada lagi pejabat minta-minta uang, enggak ada. Jadi kalau sampai ada yang mengaku-ngaku, itu berarti pasti bohong,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, hingga saat ini belum ada laporan korban maupun kerugian akibat aksi tersebut. Informasi sengaja disebarluaskan secara cepat untuk mencegah kemungkinan adanya masyarakat yang tertipu.
“Belum ada. Insya Allah enggak ada. Makanya kita cepat informasikan, khawatir ada yang terlambat tahu,” katanya.
Terkait kemungkinan pelaporan ke aparat penegak hukum, Azis menyebut hal tersebut belum dilakukan karena belum ada kerugian yang ditimbulkan serta identitas pelaku yang belum diketahui.
Pemkot Tarakan mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi apabila menerima pesan mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan permintaan uang. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap nomor baru yang mengatasnamakan pejabat tanpa verifikasi resmi. (rz)

