MALINAU – Waktu menjadi tantangan bagi Kabupaten Malinau menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara). Sebagai tuan rumah, pemerintah daerah menargetkan seluruh venue rampung pada September dan siap diuji pada Oktober, sebelum ribuan atlet dan ofisial dari kabupaten serta kota se-Kaltara datang pada November 2026.
Pemerintah Kabupaten Malinau bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau kini memfinalisasi kesiapan venue, akomodasi, transportasi, serta fasilitas pendukung kontingen. Koordinasi juga telah dilakukan dengan KONI Kaltara dan Pemerintah Provinsi Kaltara.
Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa mengatakan, persiapan penyelenggaraan telah dibahas bersama Gubernur Kaltara dan jajaran KONI. Menurut dia, kesiapan sejumlah venue bahkan mulai diuji melalui pelaksanaan Bupati Malinau Cup.
“Prinsipnya Malinau sudah siap. Kalau pun ada hal-hal yang nanti dilengkapi atau mungkin dipoles-poles, itu kita berjalan,” kata Wempi, Rabu, (19/8/2026).
Wempi mengatakan, kepastian venue penting karena berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal, akomodasi, transportasi, dan pelayanan bagi atlet serta ofisial. Pemerintah daerah juga masih menunggu gambaran jumlah kabupaten dan kota yang akan berpartisipasi untuk menghitung kebutuhan selama pelaksanaan Porprov.
Ia melihat ajang olahraga tersebut bukan sekadar arena perebutan prestasi. Kehadiran ribuan atlet dan ofisial, kata dia, dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat persaudaraan antardaerah.
“Karena kehadiran olahraga itu bukan hanya bicara tentang ruang prestasi bagi para atlet. Tapi kan memberi dampak ekonomi, membangun nilai sportivitas, persaudaraan,” ujarnya.
Wempi bahkan membuka peluang menjadikan Porprov sebagai bagian dari wisata olahraga. Arus kedatangan atlet, ofisial, dan masyarakat dari berbagai daerah dinilai dapat memberi efek berantai bagi pelaku usaha lokal di Malinau.
Wakil Sekretaris KONI Malinau William Gerson mengatakan, pembenahan venue telah berlangsung sejak Juni-Juli 2026. Sebagian besar fasilitas yang tersedia, menurut dia, tinggal diperbaiki dan dilengkapi.
Perbaikan antara lain menyasar sanitasi serta akses keluar-masuk kawasan stadion. Venue menembak juga telah tersedia untuk nomor jarak jauh dan jarak pendek. Sementara venue voli pantai telah digunakan dalam Bupati Malinau Cup sebagai bagian dari pengujian fasilitas.
“Kami sudah melaksanakan kegiatan untuk persiapan Porprov. Sudah ber-progress semua, sudah jalan mulai dari bulan 6-7 tadi,” kata William.
Ia menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada September. Jika masih terdapat pekerjaan yang tersisa, penyelesaian ditargetkan paling lambat awal Oktober sebelum venue diperiksa dan diuji coba.
Untuk memudahkan mobilitas kontingen, sebagian besar pertandingan diproyeksikan dipusatkan di kawasan perkotaan Malinau. Dari sekitar 50 cabang olahraga yang diperkirakan dipertandingkan, sejumlah cabang kemungkinan menggunakan venue yang sama sehingga pengaturan jadwal menjadi pekerjaan berikutnya.
Cabang panahan, misalnya, direncanakan menggunakan lokasi di kawasan Malinau Kota. Sementara kebutuhan anggaran belum dapat dirinci karena persiapan Porprov melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Dengan target seluruh venue siap sebelum Oktober, Malinau kini memasuki fase akhir persiapan. Kota itu harus memastikan fasilitas olahraga bukan hanya selesai dibangun atau diperbaiki, tetapi benar-benar siap menampung perhelatan olahraga terbesar di Kaltara pada November mendatang. (rz)