NUNUKAN – Ketika kayu jembatan mulai lapuk, warga Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, memilih tidak menunggu. Mereka turun tangan, membongkar bagian yang rusak dan menggantinya secara swadaya agar akses warga tetap bisa dilalui.
Perbaikan jembatan kayu itu dilakukan bergotong royong Senin, (24/8/2026).
Warga mengganti kayu yang sudah lapuk serta memperbaiki konstruksi yang masih dapat digunakan. Biaya dan material dikumpulkan secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua Persatuan Ojek Aji Kuning, Abdul Rasyid mengatakan, perbaikan bermula dari keresahan warga melihat kondisi jembatan yang kian rusak. Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga yang tinggal di seberang aliran sungai, termasuk anak-anak yang menggunakannya untuk menuju sekolah.
“Ini berawal dari keresahan bersama. Jembatan ini penting bagi warga. Daripada hanya menunggu bantuan, kami berinisiatif memperbaikinya bersama-sama,” kata Rasyid.
Menurut dia, bentuk bantuan warga beragam. Ada yang menyumbangkan uang, material, tenaga, hingga konsumsi selama proses perbaikan. Kayu yang masih layak pakai juga dimanfaatkan kembali untuk menekan kebutuhan biaya.
“Kami patungan sesuai kemampuan. Ada yang membantu tenaga, dana, material, bahkan konsumsi,” ujarnya.
Ketua RT 01 Desa Aji Kuning, Amran, mengapresiasi inisiatif warga. Ia mengatakan jembatan tersebut digunakan setiap hari untuk aktivitas masyarakat dan menjadi jalur anak-anak menuju sekolah.
“Jembatan ini memang sangat dibutuhkan. Kami mengapresiasi warga yang mau bergotong royong memperbaikinya,” kata Amran.
Salah seorang warga, Sabri, mengaku senang dapat ikut memperbaiki jembatan meski harus menguras tenaga. “Memang capek, tapi senang melihat warga bisa bekerja bersama dan jembatan ini kembali diperbaiki,” ujarnya.
Warga berharap perbaikan swadaya tersebut membuat jembatan lebih aman dan dapat digunakan lebih lama. Namun, mereka juga berharap pemerintah memberi perhatian untuk pembangunan atau perbaikan jembatan secara permanen. (ryn)

