NUNUKAN – Upaya memperkuat pasokan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas dari luar daerah terus dilakukan di Kabupaten Nunukan. Sebanyak 26 kelompok tani di Kecamatan Nunukan mendapat bantuan benih kangkung dan jagung untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.
Anggota DPRD Nunukan Adama mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong petani meningkatkan produktivitas.
“Penyerahan bantuan hortikultura ini sebagai bentuk kepedulian saya terhadap ketahanan pangan daerah, melalui pengembangan produksi hortikultura di Nunukan, ujar Adama, Kamis (3/9/2026).
Adama menilai, pengembangan tanaman hortikultura memiliki peluang ekonomi yang cukup besar.
“Kangkung, misalnya, memiliki masa panen relatif singkat sekitar 21 hingga 25 hari sehingga dapat menjadi pilihan bagi petani untuk mempercepat siklus produksi,” katanya.
Sementara jagung memiliki pasar yang lebih luas karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak hingga berbagai produk olahan.
Adama menyebut, bantuan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses dan Musrenbang. Aspirasi itu kemudian disinergikan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan agar dapat direalisasikan kepada kelompok tani.
“Kita bersinergi dengan Dinas Pertanian dan mewujudkannya sampai ke tangan petani,” jelasnya.
Ia berharap bantuan benih tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memperluas jenis komoditas yang dikembangkan petani Nunukan. Dengan begitu, kebutuhan pangan masyarakat dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan Masniadi mengatakan, bantuan benih hortikultura disalurkan secara berkala kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan.
Selain kangkung dan jagung, bantuan yang disalurkan pemerintah daerah juga mencakup cabai rawit dan tomat.
“Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas hasil tani, menjaga ketahanan pangan daerah, serta mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani,” ujar Masniadi.
Ia menambahkan, sebelum bantuan diberikan, kelompok tani harus mengajukan proposal yang kemudian diverifikasi tim teknis untuk memastikan kesiapan lahan dan kelompok penerima.
Penguatan produksi hortikultura diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan lokal sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi petani di Nunukan. (ryn)

