KALTARABULUNGAN

Karhutla Bulungan Tertinggi di Kaltara, Syarwani Turun Langsung dan Beri Peringatan Keras

BULUNGAN – Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bulungan tak lagi cukup ditangani dari balik meja. Saat titik api tercatat menjadi yang tertinggi di Kalimantan Utara (Kaltara), Bupati Bulungan Syarwani ikut memadamkan api dan memastikan kobaran tak merembet ke permukiman serta lahan warga.

Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan, Syarwani bergabung bersama petugas gabungan di sejumlah titik rawan karhutla. Ia memastikan proses pemadaman berjalan hingga api benar-benar terkendali, sekaligus mengecek kondisi warga yang terdampak asap.

“Kita tidak bisa hanya memantau dari balik meja. Harus turun langsung memastikan api benar-benar padam dan tidak membahayakan masyarakat,” tegas Syarwani.

Tak hanya ikut memadamkan api, Syarwani juga membagikan masker kepada warga di kawasan terdampak kabut asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Menurut Syarwani, kondisi cuaca dan cuaca ekstrem turut memicu peningkatan titik api di Bulungan. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi lintas instansi.

Pemkab Bulungan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara dan pemerintah pusat, termasuk BNPB, Kementerian LHK, TNI-Polri, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

Syarwani mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran.

Ancaman karhutla di Kalimantan sendiri cukup serius. Data regional mencatat Kalimantan Barat menjadi daerah dengan luasan terbakar terbesar, mencapai sekitar 38.310,89 hektare. Disusul Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, dan Kalimantan Timur 1.357,47 hektare.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Bulungan menegaskan pencegahan harus diperkuat. Sebab, api yang muncul di tengah kondisi kering berpotensi cepat meluas dan memperparah paparan asap terhadap masyarakat. (rk)

Back to top button