KALTARAPENDIDIKANTARAKAN

Di Balik Jeruji, WBP Lapas Nunukan Kejar Pendidikan yang Terputus

NUNUKAN – Kebebasan boleh terhenti di balik jeruji, tetapi pendidikan tidak. Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Nunukan kembali mengikuti pembelajaran untuk mengejar pendidikan yang sempat terputus.
Mereka mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LANUKA. Program ini menyediakan Paket A, B, dan C yang setara dengan jenjang SD, SMP hingga SMA.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Dony Setiawan mengatakan, program tersebut diperuntukkan bagi warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan selama menjalani masa pidana.

“Mereka mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui PKBM LANUKA. Program ini menyediakan Paket A, B dan C yang setara dengan jenjang SD, SMP hingga SMA,” ujar Dony, Senin (21/9/2026).

Pembelajaran melibatkan tenaga pendidik dari Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan bersama jajaran Lapas. Warga binaan dapat mengikuti proses belajar tanpa meninggalkan pembinaan yang berlangsung di dalam Lapas.

Bagi WBP yang sebelumnya tidak menyelesaikan pendidikan formal, program ini menjadi kesempatan untuk kembali menempuh jenjang pendidikan sekaligus memperoleh ijazah kesetaraan.

Menurut Dony, pendidikan menjadi bagian dari persiapan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Pembinaan melalui pendidikan merupakan investasi bagi masa depan warga binaan,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Nomor 11 terkait pemenuhan pendidikan bagi warga binaan.

Lapas Nunukan bersama Dinas Pendidikan terus berkoordinasi agar proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan. Pendidikan pun tetap berjalan di tengah masa pidana, memberi ruang bagi warga binaan untuk menyiapkan bekal ketika kembali ke masyarakat. (ryn)

Back to top button