Kunjungan Lebaran Membludak, Lapas Tarakan Batasi Durasi Bertemu WBP
TARAKAN — Momentum Idulfitri dipastikan menjadi puncak kunjungan keluarga ke Lapas Kelas IIA Tarakan. Pada hari pertama dan kedua Lebaran, jumlah pengunjung melonjak drastis hingga mencapai sekitar 1.000 orang per hari.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Tarakan, Fitroh Qomarudin mengungkapkan, lonjakan tersebut merupakan pola rutin yang terjadi setiap tahun saat Hari Raya Idulfitri.
“Kalau dari tahun kemarin, hari pertama dan kedua itu yang paling tinggi, bisa sampai seribu pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang jauh lebih besar dibandingkan jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dikunjungi. Dalam satu hari, WBP yang menerima kunjungan diperkirakan hanya berkisar 300 hingga 400 orang. Hal ini terjadi karena satu WBP umumnya dikunjungi oleh lebih dari satu anggota keluarga.
“Satu warga binaan biasanya dikunjungi dua sampai tiga orang keluarga, bahkan bisa lebih,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, pihak lapas menerapkan sejumlah pembatasan, baik dari sisi durasi maupun jumlah orang yang diperbolehkan masuk dalam satu sesi kunjungan.
“Kita batasi waktunya 20 menit, kemudian jumlah pengunjungnya maksimal 10 orang per warga binaan,” tegasnya.
Layanan kunjungan Lebaran di Lapas Tarakan dibuka selama tiga hari, mulai hari pertama Idulfitri hingga H+2. Dalam pelaksanaannya, kunjungan dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00 hingga 12.00 WITA dan dilanjutkan pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.
Meski diprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung, pihak lapas memastikan seluruh skema pelayanan telah dipersiapkan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama kunjungan berlangsung.
“Biasanya kalau di dalam sudah penuh, pengunjung akan menunggu di luar. Itu sudah biasa,” pungkasnya. (rz)


