Korban Long Boat Tenggelam di Perairan Tana Merah Ditemukan, Satu Lagi Masih Dicari
TARAKAN — Satu lagi korban kecelakaan kapal long boat yang tenggelam di perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung (KTT) beberapa waktu lalu belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Korban merupakan satu dari 3 korban kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Tarakan dalam kecelakaan laut tersebut terdapat 3 orang di dalam perahu. Korban pertama dinyatakan selamat, sementara korban kedua berinisial S ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia sekira pukul 15.55 WITA di wilayah perairan Pulau Bunyu, dengan jarak kurang lebih 11,12 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Dede Hariana membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan korban yang ditemukan merupakan salah satu dari dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.
“Pada hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas inisial S dalam kondisi meninggal dunia di sekitar perairan Pulau Bunyu,” ungkap Dede, kemarin.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang anggota TNI dari Brigif 24 saat sedang berada di sekitar Pantai Nibung, Bunyu Timur. Saat ditemukan, kondisi korban tertimpa batang kayu atau gelondongan di pesisir pantai.
“Korban ditemukan oleh saksi yang kebetulan berada di lokasi. Selanjutnya informasi tersebut diteruskan kepada tim SAR untuk dilakukan evakuasi,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Pulau Bunyu untuk penanganan lebih lanjut. Dede menambahkan, dengan ditemukannya korban berinisial S, maka masih tersisa satu korban lainnya yang hingga saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari satu korban lainnya. Tim masih melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan sesuai rencana operasi,” katanya.
Diketahui, kecelakaan kapal long boat tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA akibat cuaca buruk yang melanda perairan Tanah Merah. Kapal yang mengangkut tiga orang tersebut dilaporkan tenggelam setelah diterjang badai.
Dari tiga orang penumpang, satu orang berinisial M (50) berhasil selamat, sementara dua lainnya sebelumnya dinyatakan hilang. Hingga saat ini, unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Basarnas Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Pos AL Bunyu, KPLP, UPP Bunyu, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Operasi pencarian dilakukan dengan menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue boat, rigid inflatable boat, serta perlengkapan komunikasi dan medis. (rz)


