
TARAKAN – Aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah perairan Kalimantan Utara (Kaltara) masih tergolong aman dari sisi ketinggian gelombang. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengingatkan adanya peningkatan potensi hujan dalam beberapa hari ke depan yang perlu diwaspadai.
Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna menyampaikan, tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini masih berada di bawah ambang batas berbahaya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi aman tersebut berlaku jika tidak disertai faktor cuaca lain, khususnya hujan yang dapat memengaruhi keselamatan di laut.
“Kalau dari ketinggian gelombang memang cenderung masih di bawah 1,5 meter. Jadi masih dikatakan aman untuk bepergian,” ujarnya.
BMKG memprediksi frekuensi hujan akan meningkat mulai esok hari dan berpotensi terjadi secara tidak merata di sejumlah wilayah, termasuk perairan. “Termasuk di wilayah perairan Kaltara pun juga bisa jadi akan terjadi hujan,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor lokal dan dinamika angin yang memicu terbentuknya hujan skala lokal yang sifatnya tidak merata. BMKG juga memperkirakan kondisi cuaca tersebut masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan, terhitung mulai 27 Maret.
“Prospek seminggu ke depan kurang lebih masih bertahan mulai dari tanggal 27 hingga seminggu ke depan,” ungkapnya.
Peningkatan intensitas hujan ini juga berpotensi berdampak pada kondisi gelombang laut, sehingga masyarakat yang beraktivitas di perairan diminta untuk tetap waspada.Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau nelayan maupun operator kapal untuk rutin memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas.
“Kami menghimbau kepada nelayan maupun pengguna jasa perairan agar selalu mengambil informasi cuaca dari BMKG, khususnya informasi cuaca perairan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (rz)


