INTERNASIONALTARAKAN

Arus Mudik dan Balik Ramai, Jumlah Permohonan Paspor Masih Normal

TARAKAN – Berbeda dari tren mudik di daerah lainnya, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Kota Tarakan justru tidak memicu lonjakan aktivitas keimigrasian. Permohonan paspor hingga perlintasan internasional terpantau landai, bahkan jauh di bawah kapasitas layanan yang disediakan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setyawan mengungkapkan, selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran, jumlah permohonan paspor cenderung normal seperti hari biasa. Hal ini terpantau pada periode 15 Maret 2026 sampai 20 Maret 2026 dan 22 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026, permohonan paspor justru cenderung landai.

“Kuota M-Paspor online kami 168 per hari, namun rata-rata yang terisi hanya sekitar 30 permohonan,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Okky, kondisi ini menunjukkan tidak adanya peningkatan signifikan meskipun masyarakat tengah menikmati libur panjang Idulfitri. Hal serupa juga terlihat pada aktivitas perlintasan orang melalui Pelabuhan Malundung. Berdasarkan data sejak 12 Maret hingga 28 Maret 2026, tercatat 717 orang datang ke Tarakan dan 859 orang berangkat keluar daerah.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2025, angkanya tidak terlalu ada peningkatan yang signifikan. Di tahun 2025, jumlah kedatangan mencapai 800-an orang, sementara keberangkatan sekitar 750 orang,” jelasnya.

Dari total tersebut, pergerakan Warga Negara Asing (WNA) juga cukup stabil, yakni sekitar 300 orang masuk dan 200 orang keluar. Mayoritas mobilitas didorong oleh kunjungan keluarga dan silaturahmi, khususnya ke wilayah Malaysia seperti Tawau.

“Mobilitas ini memang lebih banyak untuk silaturahmi. Selain itu, ada juga WNI yang memanfaatkan jalur Tawau untuk perjalanan lanjutan atau sekadar berlibur,” tambahnya.

Meski berada dalam masa cuti bersama, Okky memastikan pelayanan keimigrasian tetap berjalan normal, termasuk pada hari H Idulfitri. “Pelayanan tetap berjalan, bahkan pada hari H Idulfitri. Kami juga menyiagakan petugas untuk layanan paspor darurat, meskipun selama periode tersebut tidak ada permohonan darurat,” katanya.

Terkait kesiapan Bandara Juwata sebagai pintu masuk internasional, pihak Imigrasi Tarakan mengaku telah siap mendukung operasional kapan pun dibuka.

“Kami siap mendukung pelayanan keimigrasian apabila penerbangan internasional sudah dibuka. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait, meski belum ada kepastian jadwal,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button