TARAKANHUKUM & KRIMINAL

Kebakaran Hebat di Pantai Amal, Dua Rumah Ludes, Pasutri Terjebak

TARAKAN — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Pantai Amal, tepatnya di Jalan Binalatung RT 9, Kelurahan Kampung 1, Kecamatan Tarakan Tengah, Rabu (1/4/2026) pagi. Dua unit rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara sepasang suami istri mengalami luka bakar setelah sempat terjebak di dalam rumah.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita ini sontak mengundang kepanikan warga. Api diketahui pertama kali setelah terdengar teriakan minta tolong dari anak korban, yang berusaha menyelamatkan orang tuanya.

Kepala Pos Polisi Subsektor Pantai Amal, Ipda Muhammad Arsyad mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.30 Wita.

“Sekitar setengah sebelas warga nelpon saya. Kejadiannya sekitar jam 10. Jadi pertama itu anaknya teriak-teriak minta tolong,” ujarnya.

Menurut Arsyad, saat kejadian pasangan suami istri penghuni rumah sempat terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Warga yang berdatangan berupaya melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya.

“Warga langsung bantu, ternyata ada bapaknya di dalam. Dievakuasi keluar. Suami istri itu selamat, tapi mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Kondisi bangunan yang didominasi material kayu membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Selain itu, akses jalan yang terbatas menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau lokasi.

“Rumahnya habis terbakar. Warga sempat padamkan api, tapi mobil pemadam juga agak sulit masuk ke lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko menyebutkan, dua rumah yang terbakar masing-masing milik Mualim dan Marni. Korban luka bakar merupakan pasangan suami istri dari keluarga Mualim.

“Dua rumah yang terbakar, milik Mualim dan Marni. Untuk korban luka bakar dua orang, yakni suami dan istri dari keluarga Mualim,” jelasnya.

Beruntung, anggota keluarga lainnya berhasil menyelamatkan diri dan kini dalam kondisi selamat. Dari hasil keterangan sementara di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas memasak di dapur rumah milik Mualim. Cuaca panas serta keberadaan bahan mudah terbakar, termasuk tabung gas, membuat kobaran api cepat membesar.

“Informasi sementara dari warga, api berasal dari dapur saat kegiatan memasak. Karena kondisi panas dan ada bahan mudah terbakar, api cepat membesar,” ujar Eko.

Petugas pemadam kebakaran bersama BPBD dan relawan langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Namun demikian, Eko menyoroti keterlambatan informasi yang diterima pihaknya, yang dinilai berdampak pada kecepatan penanganan.

“Informasi ini sangat lambat sekali kami terima di pemadam. Kami telusuri di Call Center 112 maupun Call Center di Mako Pemadam, tidak ada informasi yang masuk ke kami,” ungkapnya.

Ia menduga minimnya sosialisasi nomor darurat menjadi salah satu penyebab lambatnya laporan dari masyarakat. “Barangkali informasi Call Center ini yang belum sampai ke masyarakat sekitar. Ini menjadi tantangan bagi kami ke depan untuk lebih memperkuat sosialisasi dan edukasi,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, pihaknya berencana mengusulkan penambahan pos pemadam kebakaran di wilayah Pantai Amal guna mempercepat respons penanganan.

“Wilayah Amal ini tantangan tersendiri karena cukup jauh dari mako. Ke depannya kami akan sampaikan ke pimpinan untuk penambahan pos damkar di wilayah Amal,” tandasnya. (rz)

Show More
Back to top button