UMUM

Brutal! Lima Pemuda Aniaya Remaja 15 Tahun di Nunukan, Polisi Buru Pelaku

NUNUKAN – Aksi penganiayaan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Nunukan pada Jumat dini hari (11/4/2026). Seorang remaja berinisial MP (15) menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh lima orang pelaku, hingga mengalami luka di bagian wajah dan tubuh.

Peristiwa itu terjadi saat korban keluar rumah untuk membeli makanan setelah sebelumnya meminta izin kepada orang tuanya. Usai memesan makanan di sebuah warung di pinggir Jalan TVRI, Nunukan Timur, korban menunggu rekannya yang hendak menjemput.

Namun, saat rekannya melintas dan korban memanggil, situasi justru berubah menjadi petaka. Teriakan korban diduga memicu kemarahan para pelaku yang kemudian secara brutal menghujani korban dengan pukulan.

“Ponakan saya ini berteriak panggil temannya karena kelewatan. Setelah itu, pelaku sebanyak lima orang melakukan pemukulan. Korban sempat minta ampun dan sampaikan kalau dia masih anak-anak, tetapi tetap juga dipukul,” ungkap Albar (29), paman korban, Sabtu (11/4).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di wajah, gigi goyang, serta memar di sejumlah bagian tubuh. Korban juga telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus ini ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan. Dari keterangan korban, satu dari lima pelaku diketahui identitasnya.

“Ada satu orang yang dikenali. Ponakan saya tahu wajah pelaku dan itu sudah disampaikan ke penyidik untuk ditindaklanjuti,” jelas Albar.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian, khususnya jajaran Jatanras Satreskrim Polres Nunukan dan Unit Reskrim KSKP Nunukan dalam menangani kasus tersebut. “Orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya bersimbah darah dan wajahnya hancur akibat dipukuli orang dewasa. Harapan saya perkara ini segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan pencarian terhadap para pelaku.

“Personel langsung melakukan pencarian di Jalan Lumba-lumba, namun belum ditemukan. Terduga pelaku satu orang identitasnya sudah diketahui,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian saat ini terus melakukan penelusuran, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku lainnya. “Yang sudah diketahui, salah satu terduga pelaku berinisial AS merupakan residivis,” pungkasnya. (sym)

Show More
Back to top button