UMUM

Asrama Haji Tarakan Disulap Jadi Penginapan Umum, Aset Negara Lebih Produktif

TARAKAN – Pemanfaatan aset negara kini menjadi perhatian serius di tengah upaya efisiensi dan optimalisasi fasilitas publik.

Di Tarakan, langkah konkret terlihat dari dibukanya Asrama Haji untuk masyarakat umum di luar musim pemberangkatan jemaah haji.

Fasilitas yang kini dikenal sebagai Grand El Hajj tersebut tidak lagi hanya difungsikan sebagai tempat singgah jemaah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai penginapan serta lokasi berbagai kegiatan masyarakat dan instansi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Tarakan melalui Kasubag TU, Asmad, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar aset negara tidak terbengkalai saat tidak digunakan.

“Daripada kosong, lebih baik dimanfaatkan. Selama ini juga sudah ada kegiatan-kegiatan yang menggunakan tempat ini,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Selain menyediakan kamar penginapan, Grand El Hajj juga dilengkapi dengan ruang pertemuan berkapasitas beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan orang. Hal ini membuat asrama kerap dipilih sebagai lokasi kegiatan instansi maupun organisasi.

Menurut Asmad, keunggulan utama fasilitas ini terletak pada luas area serta kelengkapan sarana yang mampu mengakomodasi kegiatan berskala besar.

“Kalau kegiatan besar, biasanya mereka cari tempat yang luas. Di sini cukup memadai,” jelasnya.

Meski demikian, pengelolaan asrama masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, pengelolaan dilakukan secara bergantian karena struktur manajemen belum sepenuhnya terbentuk pasca pemisahan dari Kementerian Agama.

“SDM masih terbatas, jadi pengelolaannya dilakukan secara bergantian,” katanya.

Ke depan, pengelolaan Asrama Haji Tarakan direncanakan akan dialihkan ke pemerintah provinsi. Proses tersebut masih dalam tahap penataan kelembagaan guna memperjelas tata kelola serta meningkatkan profesionalitas pengelolaan aset.

Sementara itu, masyarakat tetap dapat memanfaatkan fasilitas asrama untuk berbagai keperluan, selama tidak bersamaan dengan musim pemberangkatan jemaah haji.

Pemanfaatan ini diharapkan menjadi contoh optimalisasi aset negara agar lebih produktif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (rz)

Show More
Back to top button