Razia Mendadak di Lapas Tarakan, Petugas Sita Sejumlah Barang Terlarang dari Blok Hunian
TARAKAN – Upaya memperketat keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan terus digencarkan.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menggelar razia mendadak di kamar hunian warga binaan, Kamis (16/4/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WITA ini menyasar Kamar 1 Blok Pesantren. Razia dilakukan oleh petugas gabungan yang dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) bersama jajaran Seksi Keamanan dan Ketertiban.
Dengan pola pemeriksaan sistematis, petugas terlebih dahulu mengeluarkan warga binaan untuk menjalani pemeriksaan badan. Selanjutnya, penyisiran dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tempat tidur, loker pakaian hingga peralatan makan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menegaskan razia ini merupakan bagian dari strategi deteksi dini guna menutup celah gangguan keamanan di dalam lapas.
“Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Jupri, Jumat (17/4/2026).
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Barang tersebut antara lain satu sendok makan, kaca, kabel listrik, dua korek api, alat pemotong kuku, serta pinset.
Seluruh barang temuan langsung diamankan, diinventarisasi, dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
“Seluruh barang temuan langsung didata untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Meski tidak ditemukan barang berbahaya seperti narkotika maupun alat komunikasi ilegal, pihak lapas menilai razia rutin tetap penting sebagai langkah pencegahan, terlebih dalam momentum Ramadan yang membuat aktivitas warga binaan mengalami penyesuaian.
Jupri menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif melalui pengawasan berkelanjutan. Razia serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan waktu yang tidak ditentukan.
“Keamanan lapas adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan dengan baik tanpa gangguan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Tarakan berharap dapat meminimalisir potensi pelanggaran sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal. (rz)


