INTERNASIONALKALTARASATU BORNEO

Didukung Konsulat RI Tawau dan Menpora Sabah, Media Satu Borneo Siap Teken MoU

TAWAU – Jalan panjang media satukaltara.com menggagas kerjasama dengan sejumlah media di Sabah, Malaysia kian terbuka. Hal ini terpantau saat perwakilan PT Wira Nuswantara Actadiurna (WNA) dan sejumlah perusahaan media di Sabah bersua di Konsulat RI Tawau pada Senin (20/4/2026) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama yang melibatkan 4 media, yakni satukaltara.com, dakwatrakyatpost.com, sabahnewstoday.net dan deasoka.com. Pertemuan yang juga dihadiri Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin tersebut, turut dibahas isi perjanjian kerjasama media kedua negara yang dinamakan Perjanjian Satu Borneo.

Kuasa Hukum PT WNA, Aditya Wardana SH MKn mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang berisi kesepakatan untuk saling bertukar informasi kedua negara. Kesepakatan ini kemudian dilanjutkan dengan beberapa kali pertemuan.

“Perjanjian ini awalnya hanya akan dilakukan oleh satukaltara.com dari Indonesia dan media dakwatrakyatpost.com mewakili Malaysia. Keduanya sepakat untuk membuat Satu Borneo sebagai kanal sharing berita kedua negara. Tapi, seiring berjalannnya waktu, banyak kawan-kawan dari Malaysia yang ingin bergabung, sehingga hari ini terakomodir dalam berkas MoU yang siap kita tanda tangani,” ungkap Adit.

Dalam acara nanti, tidak hanya perwakilan dari media kedua negara yang hadir. Tapi juga akan dihadiri sejumlah pejabat berkepentingan. “Dari pihak kawan-kawan Malaysia, kami dengar yang hadir nanti Yang Berhormat Datuk Haji Nizam Abu Bakar Titingan. Beliau ini adalah Menteri Pembangunan Sukan Belia, Kemajuan Sukan dan Ekonomi Kreatif Sabah. Kalau di Indonesia kita sebut Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Ekonomi Kreatif,” ungkap pengacara muda asal Nunukan ini.

Direktur PT WNA, Alamsyah menambahkan, perjanjian ini tidak hanya memberikan dampak baik bagi kedua negara. Tapi juga menjadi penunjang jalannya ekonomi dan bisnis kedua negara melalui media.

“Kita sama-sama tahu bahwa semangat Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia) yang selama ini kita jalani, merupakan sikap yang penting bagi kedua negara. Ini harus kita kawal untuk kemajuan kedua negara melalui media lokal yang kuat,” katanya.

Terpisah, Pengarah Urusan Sri Melati Media Sdn. Bhd. yang membawahi media dakwatrakyatpost.com, Mohd Rizal Abdullah menambahkan, kegiatan ini berawal dari rencana rencana kecil yang kemudian membesar seiring berjalannya waktu. Dia pun berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan media yang kuat dan bermartabat bagi kedua negara.

“Apa yang kami canangkan ini memang sudah lama dibuat, sehingga mesyuwarat ini kami harapkan membawa hasil baik dengan dukungan penuh dari Konsul (Acting Konsul RI Tawau),” katanya.

Sementara itu, Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menyebut, langkah positif yang digagas oleh media satukaltara.com dan sejumlah media di Sabah ini harus mendapatkan perhatian penuh. Mengingat, kedua negara selalu memiliki keterkaitan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Isu-isu nasional mungkin konsulat sendiri tidak mengetahui secara detail. Nah, mungkin hal itu (kerjasama media 2 negara), mungkin bisa saling memberi informasi,” kata Dino saat menerima delegasi kedua negara di lantai II Kantor Konsulat RI di Lorong Megah Jaya, Jalan Tiku KM 8, Tawau, Sabah sekira pukul 16.00 Wita, Senin (20/4/2026).

Selain itu, papar Dino, media kedua negara yang terlibat dalam perjanjian ini juga bisa saling bertukar informasi dan narasumber. “Nah, masing-masing media bisa saling mengarahkan siapa yang tepat sehingga menjadi narasumber, sehingga situasi menjadi jelas,” sebutnya

Begitu juga dengan semangat Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) yang jalankan kedua negara, Dino menekankan pentingnya kerja-kerja media dalam mengawal kesepakatan kedua negara serumpun tersebut. Termasuk pula pembahasan isu sensitif kedua negara, yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI), tegas Dino, diperlukan media untuk mengabarkan kondisi dan masa depan mereka.

“Mungkin juga bisa nanti, katakanlah ada kegiatan-kegiatan konsulat, termasuk kegiatan PMI dan apa pun tentang Indonesia di Malaysia, itu bisa dibantu untuk diberitakan kepada masyarakat perbatasan dan Indonesia,” imbuhnya.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Pegawai Penerangan Daerah Tawau Hendry Nurdin, Pengarah Urusan Sri Melati Media Sdn. Bhd. Mohd Rizal Abdullah, Ketua Editor Lim Chu Shyang, Pengarah Mizi Faza Sdn. Bhd. Zakaria Damit, Pengarah Tuntas Media Sdn Bhd Mohd Razaini Bin Zulkepli dan sejumlah wartawan dari Sabah. Sementara, dari PT Wira Nuswantara Actadiurna (WNA) yang merupakan perusahaan Indonesia yang menaungi media satukaltara.com diwakili oleh Direktur PT WNA Alamsyah, Pemimpin Redaksi satukaltara.com Sultan dan Kuasa Hukum PT WNA Aditya Wardana SH MKn. (nat)

Show More
Back to top button