TARAKAN – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan berlangsung aman dan kondusif tanpa aksi unjuk rasa. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Kaltara, Peter Setiawan menegaskan, hubungan antara pengusaha dan kalangan buruh di daerah ini terjalin baik dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Peter, peringatan May Day tahun ini akan diisi dengan kegiatan positif, salah satunya jalan santai yang digelar di kawasan Datu Adil, Tarakan.
“Kalau yang kami koordinasikan bersama Apindo untuk May Day itu jalan santai di Datu Adil. Jadi aman saja, tidak perlu ada demo-demo, kasihan pemerintah dan aparat juga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pengusaha dan buruh yang terus dibangun dari tahun ke tahun. Bahkan, Apindo disebut rutin memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan buruh setiap momentum May Day.
“Sekarang hubungan Apindo dengan buruh sudah baik. Setiap ada Hari May Day kita bantu, pengusaha-pengusaha juga ikut mendukung kegiatan mereka supaya tidak ada demo,” katanya.
Peter menambahkan, situasi kondusif saat May Day sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir di Kaltara. Menurutnya, selama masa kepemimpinannya tidak pernah terjadi aksi demonstrasi besar saat Hari Buruh.
“Sudah beberapa tahun sama saya tidak ada demo,” tegasnya.
Terkait adanya informasi rencana konvoi dari kelompok tertentu, Peter mengaku belum menerima pemberitahuan resmi. Namun, ia menegaskan Apindo mendukung seluruh kegiatan peringatan May Day selama tetap menjaga keamanan dan ketertiban. “Kalau dari Apindo, kita mendukung semua acara May Day. Yang penting kota kita aman,” ucapnya.
Dalam hal dukungan, Apindo juga membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan untuk membantu kegiatan buruh, termasuk melalui proposal yang diajukan panitia. “Ada proposal-proposal, kita bantu. Dari perusahaan berapa pun kita dorong untuk membantu,” jelasnya.
Selain itu, Peter mengingatkan bahwa Hari Buruh merupakan hari libur nasional sehingga pekerja seharusnya mendapatkan waktu libur. “Libur, hari merah. Harusnya diliburkan, tidak boleh ada kegiatan kerja,” katanya.
Ia memastikan komunikasi antara Apindo, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan Dinas Tenaga Kerja berjalan baik, sehingga peringatan May Day tahun ini diyakini berlangsung tertib.
Peter menuturkan, dengan menekankan pentingnya hubungan saling membutuhkan antara pekerja dan pengusaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita mendukung semua kegiatan May Day. Karena tanpa buruh, pengusaha tidak bisa apa-apa, dan buruh tanpa pengusaha juga tidak bisa apa-apa,” pungkasnya. (rz)


