KALTARAPENDIDIKANTARAKAN

Sekolah Rakyat Tarakan Dikebut Juli

TARAKAN – Pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tarakan dengan target rampung pada Juli 2026. Jadwal ini lebih cepat dari rencana awal Oktober 2026 agar sekolah bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain mengatakan, pembangunan sekolah tersebut masih dalam tahap awal. Nantinya, Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

“Sekolah yang akan dibangun nanti itu lengkap. Tapi untuk rincian jumlah ruang kelasnya kami masih menunggu informasi,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran di lokasi, proyek ini dikerjakan kontraktor gabungan PT Rancangan Bagun Mandiri dan PT Lestari Karya Bersaudara dalam bentuk kerja sama operasi (KSO). Pembangunan menggunakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp234,6 miliar di atas lahan milik Pemerintah Kota Tarakan.

Selain gedung utama sekolah, proyek ini juga mencakup berbagai fasilitas penunjang seperti masjid, gereja, delapan asrama siswa, dua rumah susun guru, dapur umum, serta tiga kantin.
Arbain menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dan fokus pada penyelesaian gedung utama. “Awalnya target selesai Oktober 2026, tapi sekarang dipercepat harus selesai Juli,” katanya.

Meski demikian, percepatan proyek
menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja konstruksi di daerah. Untuk mengejar target, pekerja tambahan kemungkinan harus didatangkan dari luar Tarakan.

“Kalau mau mempercepat progres, tenaga kerjanya harus ditambah. Sementara tenaga kerja di sini terbatas, jadi harus didatangkan dari luar,” jelasnya.

Ke depan, Sekolah Rakyat Tarakan berpotensi menampung siswa dari daerah lain di Kaltara jika kapasitas masih tersedia, seperti Bulungan, Malinau, maupun Tana Tidung. Pemerintah juga membuka peluang pembangunan sekolah serupa di kabupaten lain jika minat masyarakat tinggi. (rz)

Back to top button