KALTARATARAKAN

Setelah 13 Tahun Menunggu, Wali Kota Tarakan Berangkat Haji Bersama Istri

TARAKAN – Penantian panjang selama 13 tahun akhirnya terbayar bagi Wali Kota Tarakan, Khairul. Ia resmi berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri dalam Kloter 7 musim haji 2026, Senin (4/5/2026), setelah mendaftar sejak 2013.

Momen keberangkatan ini menjadi istimewa bagi Khairul. Selain karena lamanya masa tunggu, ini juga menjadi kali pertama ia menjalankan ibadah haji sebagai jemaah penuh bersama keluarga.

Sebelumnya, pada 2000, ia pernah ke Tanah Suci, namun dalam kapasitas sebagai petugas kesehatan.
“Alhamdulillah setelah 13 tahun menunggu, akhirnya bisa berangkat bersama. Ini yang kami syukuri,” ujar Khairul.

Khairul bersama 103 jemaah calon haji asal Tarakan dilepas dari Masjid Baitul Izzah Islamic Center sebagai bagian dari gelombang awal keberangkatan tahun ini.

Menjelang keberangkatan, ia mengaku melakukan persiapan secara sederhana namun terukur, dengan fokus utama pada kondisi fisik. Ia rutin berolahraga ringan, menjaga pola istirahat, serta memastikan asupan cairan tetap terpenuhi.

“Persiapan saya kira standar saja. Mengikuti manasik, menjaga kondisi fisik seperti olahraga, jalan kaki, banyak minum, dan istirahat yang cukup. Semua dilakukan secukupnya, tidak berlebihan,” katanya.

Selain mengikuti manasik haji yang difasilitasi pemerintah, Khairul juga memperdalam pemahaman melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Menurutnya, bimbingan tambahan tersebut membantu memahami tahapan ibadah secara lebih rinci.

“Di KBIH juga ada bimbingan tambahan, jadi lebih lengkap. Ada teori dan praktik yang membantu memahami tahapan ibadah lebih rinci,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, ia menegaskan pentingnya mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan medis sebelum keberangkatan. Arahan tenaga kesehatan menjadi acuan dalam menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Di awal juga ada cek kesehatan dan kami mengikuti saran dari dokter. Itu penting untuk memastikan kesiapan fisik selama menjalankan ibadah,” katanya.

Menariknya, Khairul memilih menolak tawaran sebagai ketua rombongan agar dapat fokus menjalankan ibadah tanpa beban tambahan.

“Sempat ditawari jadi ketua rombongan, tapi saya tidak ambil. Saya mau fokus sebagai jemaah penuh supaya bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang,” ungkapnya.

Ia dijadwalkan menjalani rangkaian ibadah haji selama kurang lebih 40 hari, dengan kepulangan diperkirakan pada 17 Juni 2026.

Selama dirinya berada di Tanah Suci, roda pemerintahan Kota Tarakan untuk sementara dijalankan oleh Wakil Wali Kota bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Khairul memastikan koordinasi tetap berjalan agar pelayanan publik tidak terganggu.

Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas dan padatnya rangkaian ibadah. Menurutnya, kemampuan mengatur ritme aktivitas menjadi kunci utama.

“Kalau sudah lelah, istirahat. Jangan dipaksakan. Jaga makan, banyak minum, dan ikuti arahan petugas. Itu penting agar tidak mengalami gangguan kesehatan,” pesan Khairul sembari berharap seluruh  jemaah calon haji asal Tarakan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam kondisi sehat serta menjadi haji yang mabrur. (rz)

Back to top button