TARAKAN – Program Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Tarakan mulai menunjukkan perkembangan. Saat ini, empat koperasi telah aktif beroperasi, sementara tujuh lokasi lain disiapkan untuk pembangunan gerai koperasi.
Ketua KMP Kelurahan Selumit sekaligus Koordinator KMP se-Tarakan, Saifullah menyebut koperasi yang sudah berjalan berada di Karang Anyar, Mamburungan Timur, Juata Permai, dan Selumit.
“Selumit memang dari awal menjadi model percontohan sampai hari ini, karena dari awal kami memang mencoba menjalankan koperasi ini secara nyata, bukan hanya sebatas administrasi,” ujarnya.
Menurutnya, tujuh titik pembangunan gerai koperasi kini telah mengantongi Surat Penunjukan Lahan (SPL) dari Pemkot Tarakan. Bahkan dua pembangunan disebut sudah selesai.
“Yang awalnya memang hanya enam. Tapi sekarang saya lihat sudah ada tujuh yang sudah ada SPL untuk pembangunannya. Bahkan hari ini sudah ada dua pembangunan yang selesai,” katanya.
Saifullah menjelaskan, gerai koperasi nantinya menjadi pusat aktivitas usaha di masing-masing kelurahan. Namun KMP Selumit sempat tidak masuk tahap awal pembangunan karena tidak memiliki aset pemerintah untuk lokasi gerai.
Ia juga memaparkan, pembangunan gerai sebelumnya dirancang melalui kerja sama PT Agrinas dan TNI sesuai petunjuk teknis program.
“Juknisnya waktu itu dijelaskan pembangunan dilakukan oleh PT Agrinas melalui TNI. Pengurus koperasi sebagai penerima manfaat,” jelasnya.
Menurut Saifullah, pola pembangunan berubah setelah pencabutan PMK Nomor 49 Tahun 2025 terkait skema pembiayaan KMP.
Ia menilai Tarakan menjadi daerah paling siap menjalankan program Koperasi Merah Putih di Kalimantan Utara karena seluruh perizinan telah rampung sebelum program diluncurkan.
“Tarakan ini daerah pertama di Kaltara yang rampung 100 persen perizinannya. Tinggal bagaimana program ini benar-benar dijalankan dan koperasinya bisa aktif,” pungkasnya. (rz)

