KALTARATARAKAN

Ekspor Tarakan–Hong Kong Pangkas Pengiriman Jadi 5 Jam

TARAKAN – Pembukaan jalur ekspor langsung Tarakan–Hong Kong melalui jalur udara menjadi peluang besar bagi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional. Jalur ini dinilai mampu memangkas waktu dan biaya logistik sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha daerah.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menyebut penerbangan langsung membuat proses pengiriman jauh lebih efisien.

“Kalau memang ada penerbangan langsung ke Hong Kong, itu sangat baik karena bisa lebih cepat, mungkin sekitar lima jam sudah sampai,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, kemudahan akses ini menjadi peluang bagi UMKM dan pelaku usaha Kaltara untuk memperluas pasar ekspor tanpa bergantung pada daerah transit.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud menjelaskan, total pengiriman hanya memerlukan sekitar tiga jam penerbangan dan dua jam bongkar muat.

“Kalau lewat jalur transit bisa lebih dari 24 jam. Dengan jalur langsung ini, kualitas produk lebih terjaga, terutama produk segar dan hidup,” katanya.

Ia mengungkapkan, dampak positif mulai dirasakan nelayan, khususnya komoditas kerang darah yang kini naik dari sekitar Rp6.000 menjadi Rp18.000 per kilogram di tingkat nelayan.

Ekspor langsung perdana Tarakan–Hong Kong telah dilakukan pada 7 Mei 2026. Pemerintah bersama instansi terkait juga terus menyederhanakan proses ekspor melalui sistem terintegrasi dengan Bea Cukai agar layanan lebih cepat dan efisien. (rz)

Back to top button