KALTARATARAKAN

Flu Singapura Kembali Merebak, Orang Tua Diminta Waspada

TARAKAN – Kasus flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) masih ditemukan di Kota Tarakan dan menjadi perhatian serius karena penyebarannya yang cukup cepat, terutama di kalangan anak-anak. Lingkungan dengan aktivitas dan interaksi tinggi seperti sekolah serta tempat bermain dinilai menjadi lokasi yang paling rentan terhadap penularan.

Pengelola Program Surveilans Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Irsal, mengatakan HFMD sebenarnya bukan penyakit baru. Namun, kasusnya masih terus muncul dari waktu ke waktu, khususnya pada anak usia balita hingga sekolah dasar.

“Kasus flu Singapura ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi sampai sekarang masih terus ditemukan. Yang paling sering terdampak adalah anak-anak, terutama usia balita dan sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyakit tersebut disebabkan oleh virus dari kelompok Enterovirus, terutama Coxsackievirus, yang mudah menular melalui berbagai cara. Penularan dapat terjadi lewat percikan ludah, kontak langsung, maupun benda yang digunakan bersama.

“Karena itu, di lingkungan sekolah atau tempat bermain anak, penyebarannya bisa berlangsung cepat kalau tidak diantisipasi sejak awal,” jelasnya.

Secara umum, gejala HFMD diawali dengan demam ringan, sakit tenggorokan, dan menurunnya nafsu makan. Setelah itu, anak biasanya mengalami sariawan yang terasa nyeri di dalam mulut, disertai munculnya ruam atau bintik-bintik kecil pada telapak tangan, kaki, hingga area bokong. “Anak biasanya jadi tidak nyaman dan lebih rewel karena sulit makan maupun minum,” katanya.

Menurut Irsal, anak yang terinfeksi umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar lima hingga tujuh hari dengan istirahat yang cukup di rumah. Selama masa pemulihan, anak dianjurkan untuk sementara tidak bersekolah agar penularan tidak meluas.

“Biasanya anak perlu istirahat sampai gejalanya mereda. Sebaiknya tidak dulu masuk sekolah supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah flu Singapura. Karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah pencegahan paling penting.

“Pencegahan utamanya adalah menjaga kebersihan, rutin cuci tangan pakai sabun, tidak berbagi alat makan, dan menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Peran orang tua dan pihak sekolah juga dinilai sangat penting dalam menekan penyebaran penyakit ini, terutama dengan memastikan anak yang sedang sakit mendapat waktu istirahat yang cukup di rumah. “Kalau ada anak yang sakit, sebaiknya istirahat dulu sampai benar-benar membaik supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” tambahnya.

Meski umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dan jarang menimbulkan kondisi serius, HFMD tetap perlu diwaspadai karena tingkat penularannya yang tinggi berpotensi menyebabkan penyebaran di lingkungan sekolah maupun tempat bermain anak.

“Yang perlu diwaspadai itu kecepatan penularannya. Kalau tidak dicegah, bisa cepat menyebar di lingkungan anak-anak,” pungkasnya. (rz)

Back to top button