TARAKAN – Cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 41 derajat Celsius serta jarak tempuh hingga 12 kilometer tidak menyurutkan semangat jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menuntaskan prosesi lempar jumrah di Mina. Sebanyak 357 jemaah haji asal Kaltara dilaporkan telah menyelesaikan lempar Jumratul Aqabah sekaligus tahalul pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Meski menghadapi panas terik dan medan perjalanan yang lebih jauh dari perkiraan, seluruh jemaah berhasil menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah, memastikan seluruh jemaah telah kembali ke pemondokan usai menjalani prosesi tersebut. “Alhamdulillah seluruh jemaah sudah kembali ke pemondokan setelah melaksanakan lempar Jumratul Aqabah dan tahalul,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Sebelum tiba di Mina, sebanyak 316 jemaah terlebih dahulu menjalani mabit di Muzdalifah. Sementara sebagian lainnya, termasuk 142 jemaah yang mengikuti skema murur, langsung bergerak dari Arafah menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.
Sayid menjelaskan, seluruh jemaah haji Kaltara sepakat mengambil nafar awal, sehingga masa mabit di Mina hanya berlangsung hingga 12 Zulhijah.
“Insyaallah seluruh jemaah Kalimantan Utara mengambil nafar awal. Setelah lempar jumrah di hari tasyrik pertama dan kedua, jemaah akan kembali ke Makkah,” jelasnya.
Pada hari tasyrik, jemaah dijadwalkan melaksanakan lempar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah mulai pukul 07.40 waktu Arab Saudi.
Namun, tantangan utama yang dihadapi jemaah berasal dari cuaca panas ekstrem dan jarak tempuh menuju lokasi pelemparan jumrah. “Cuaca di Mina sangat panas dan menjadi tantangan bagi jemaah saat menuju lokasi pelemparan jumrah,” ungkapnya.
Selain itu, jarak perjalanan yang harus ditempuh ternyata jauh lebih panjang dari perkiraan awal.
“Awalnya kami memperkirakan sekitar 4 kilometer, ternyata mencapai 6 kilometer sekali jalan. Jadi total pulang pergi sekitar 12 kilometer,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan lempar Jumratul Aqabah, jemaah dibagi menjadi dua kelompok keberangkatan. Kelompok pertama berangkat pukul 14.30 waktu Arab Saudi, sedangkan kelompok kedua menyusul pada pukul 17.00.
Meski harus berjalan jauh di tengah suhu yang menyengat, seluruh jemaah haji Kaltara mampu menyelesaikan ibadah dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah semua jemaah sudah kembali ke pemondokan,” tutup Sayid.
Usai rangkaian ibadah di Mina, para jemaah dijadwalkan kembali ke Makkah pada Jumat pukul 11.00 waktu Arab Saudi untuk melanjutkan rukun haji berikutnya, yakni tawaf ifadah, sai, dan tahalul akhir. (rz)