KALTARANUNUKAN

Diduga Akibat Puntung Rokok, Gudang Daur Ulang Terbakar

NUNUKAN – Sebuah gudang penyimpanan sampah daur ulang di Jalan Manunggal Bhakti RT 12, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, dilalap si jago merah pada Sabtu (30/5/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar, khususnya masyarakat yang bermukim di kawasan Pangkalan Posal, karena kobaran api dengan cepat membesar dan menghasilkan asap hitam pekat yang terlihat dari berbagai penjuru kota.

Gudang yang diketahui berukuran sekitar 10 x 20 meter itu merupakan tempat penyimpanan berbagai material daur ulang seperti kardus, plastik, dan barang bekas lainnya yang mudah terbakar.

Banyaknya bahan mudah terbakar di dalam bangunan membuat api cepat merambat dan menghanguskan sebagian besar isi gudang dalam waktu singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang mengenai tumpukan kardus di dalam gudang.

Dugaan tersebut muncul dari keterangan sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi saat peristiwa terjadi.
“Informasinya ada anak-anak yang merokok di sekitar lokasi. Puntung rokoknya jatuh dan membakar kardus, lalu api cepat membesar,” ujar Andi, salah seorang warga yang ditemui media ini di lokasi kejadian.

Andi mengatakan, saat pertama kali diketahui, api masih berukuran kecil. Namun karena banyaknya material kering dan mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan oleh warga.

“Asapnya tebal sekali. Dari jauh sudah terlihat hitam pekat membumbung ke atas. Warga langsung keluar rumah karena khawatir api merembet ke permukiman,” katanya.

Gudang tersebut diketahui milik Laode Sadli Jaya Saputra (26). Lokasinya berada cukup dekat dengan rumah-rumah warga, sehingga kebakaran sempat menimbulkan kekhawatiran akan meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.50 Wita.

Setelah menerima informasi, petugas segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran beserta personel.

“Kami bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran kami turunkan untuk menangani kebakaran tersebut,” ujar Wahyudi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan membentangkan selang dari beberapa titik. Strategi pemadaman difokuskan tidak hanya untuk memadamkan kobaran api di dalam gudang, tetapi juga mencegah api menjalar ke rumah-rumah warga yang berada sangat dekat dengan lokasi kebakaran.

“Kebetulan jarak antara gudang yang terbakar dengan rumah warga sangat dekat. Karena itu, sebagian petugas fokus memadamkan api di gudang, sementara personel lainnya melakukan pelokalisiran dan pendinginan di bangunan sekitar agar api tidak merembet,” jelasnya.

Menurut Wahyudi, tantangan utama dalam penanganan kebakaran tersebut adalah banyaknya material daur ulang yang tersimpan di dalam gudang. Tumpukan kardus, plastik, dan barang bekas lainnya membuat api mudah menyala dan menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Meski demikian, berkat respons cepat petugas serta dukungan masyarakat sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 25 menit sejak proses pemadaman dimulai.

“Sekitar 25 menit kobaran api berhasil dipadamkan. Setelah itu petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali,” terangnya.

Akibat peristiwa tersebut, satu unit gudang beserta sebagian besar isinya mengalami kerusakan berat akibat terbakar. Selain itu, satu rumah warga yang berada di dekat lokasi, milik Wahyudin, turut terdampak akibat panas dan kedekatan dengan titik kebakaran.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas.

“Untuk korban jiwa maupun luka-luka tidak ada. Sementara kerugian material masih dalam proses pendataan dan perhitungan,” tutup Wahyudi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api di lingkungan yang menyimpan material mudah terbakar.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran dan mengancam keselamatan lingkungan sekitar. (sym)

Back to top button