TANJUNG SELOR – Laju inflasi di Kalimantan Utara kembali merangkak naik pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 2,90 persen, meningkat dibandingkan April 2026 yang berada di angka 2,68 persen.
Dari tiga daerah penghitungan inflasi, Tanjung Selor menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi mencapai 3,97 persen.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, inflasi y-on-y Mei 2026 terjadi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,00. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat hanya 1,24 persen.
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 110,00,” ujar Mustaqim dalam rilis resmi BPS, Sabtu (6/6/2026).
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,27 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 1,44 persen.
Secara wilayah, Tanjung Selor mencatat inflasi tahunan tertinggi di Kalimantan Utara dengan angka 3,97 persen dan IHK sebesar 109,51. Kota Tarakan berada di posisi berikutnya dengan inflasi 3,08 persen. Adapun Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 2,03 persen dengan IHK 111,10.
Data BPS menunjukkan perkembangan inflasi di Kalimantan Utara sepanjang tahun ini bergerak fluktuatif. Pada Januari 2026 inflasi tercatat sebesar 4,08 persen, kemudian meningkat menjadi 4,75 persen pada Februari. Angka tersebut turun menjadi 3,12 persen pada Maret dan kembali melandai ke 2,68 persen pada April, sebelum naik lagi menjadi 2,90 persen pada Mei.
Dari sisi kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,39 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,51 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang menyumbang 0,34 persen.
Menurut Mustaqim, inflasi dihitung berdasarkan perubahan harga berbagai barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat sebagaimana tercermin dalam Indeks Harga Konsumen (IHK). Karena itu, data inflasi menjadi salah satu indikator penting untuk memantau perkembangan harga sekaligus kondisi perekonomian daerah.
“Kenaikan inflasi pada Mei 2026 menunjukkan masih adanya tekanan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan pelaku ekonomi di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (rm)

