KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Jalan Lurus Jadi ‘Jebakan’, Aki Balak Paling Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Jalan yang lurus dan tampak aman ternyata menjadi salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas di Kota Tarakan. Hingga pertengahan 2026, Polres Tarakan mencatat 20 kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia. Jalan Aki Balak menjadi lokasi paling rawan dengan lima kejadian, sementara faktor kelalaian pengendara masih mendominasi penyebab insiden.

Satlantas Polres Tarakan mencatat sebanyak 20 laporan kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan Bandara dan Jalan Aki Balak.

Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Prandana, mengatakan karakter jalan yang lurus justru sering membuat pengendara kehilangan kewaspadaan karena merasa berada di jalur yang aman.

“Jumlah laka sampai bulan Juni ini tercatat ada 20 laporan polisi. Dari jumlah itu terdapat satu korban meninggal dunia, yaitu pada kejadian di sekitar Bandara dan Jalan Aki Balak,” ujarnya.

Berdasarkan data kepolisian, Jalan Aki Balak menjadi titik dengan angka kecelakaan tertinggi, yakni lima kejadian. Sementara kecelakaan lainnya tersebar di sejumlah ruas jalan seperti Ring Road Binalatung, Jalan Pattimura, Gunung Selatan, Pulau Banda, Kusuma Bangsa, Jalan Jenderal Sudirman, Sesayap, hingga Yos Sudarso.

Akibat berbagai insiden tersebut, total kerugian material ditaksir mencapai Rp56 juta. Mayoritas kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua, sedangkan sisanya melibatkan mobil dan kendaraan berat.

“Kalau dari data kami, masih didominasi kendaraan roda dua. Untuk titiknya, Aki Balak memang paling banyak dengan lima kejadian,” katanya.

Ardi menjelaskan, kondisi jalan lurus seperti di Jalan Aki Balak sering menimbulkan rasa aman yang berlebihan bagi pengendara. Akibatnya, konsentrasi menurun dan risiko kecelakaan meningkat.

“Untuk Aki Balak itu memang jalannya lurus, sehingga pengendara sering merasa aman. Padahal justru di jalan seperti itu konsentrasi harus lebih tinggi karena potensi kelalaian tetap ada,” jelasnya.

Selain itu, ruas jalan yang relatif sepi seperti Ring Road Binalatung juga dinilai rawan karena pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa kontrol yang memadai.

Terkait kecelakaan fatal yang terjadi di kawasan Bandara, Ardi memastikan proses penanganan perkara telah selesai. Hasil penyelidikan, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV, menunjukkan kecelakaan terjadi akibat kesalahan pengendara atau human error.

“Dari hasil pemeriksaan CCTV, kendaraan korban yang menabrak kendaraan lain yang berada di jalur benar, sementara kendaraan tersebut dalam posisi normal dan sesuai jalur,” ungkapnya.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Santunan dari Jasa Raharja juga telah disalurkan sehingga perkara dinyatakan selesai.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan lagi. Santunan juga sudah diberikan oleh Jasa Raharja, sehingga kasus ini kami nyatakan selesai,” tambahnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Tarakan terus meningkatkan patroli rutin, menempatkan personel di titik rawan melalui program strong point, serta melakukan pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk. Edukasi keselamatan berkendara dan peneguran langsung kepada pelanggar juga terus digencarkan.

“Upaya pencegahan terus kami lakukan melalui patroli, strong point, dan pengaturan di jam-jam sibuk. Kami juga memberikan edukasi serta teguran langsung kepada pengendara, terutama terkait penggunaan helm dan keselamatan berkendara, agar angka kecelakaan bisa terus ditekan,” pungkasnya. (rz)

Back to top button