KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Kekurangan CCTV, Kawasan Rawan Kriminal Belum Terpantau

TARAKAN – Sejumlah kawasan yang dinilai rawan tindak kriminalitas dan pembuangan sampah liar di Kota Tarakan hingga kini belum terjangkau pengawasan kamera CCTV. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama Pemerintah Kota Tarakan dalam memperluas jaringan pemantauan, meski kebutuhan pemasangan kamera pengawas terus meningkat dari berbagai pihak.

UPTD Command Center Tarakan mengungkapkan saat ini hanya terdapat 28 unit CCTV yang aktif beroperasi di berbagai titik strategis. Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengawasan di seluruh wilayah, terutama kawasan pinggiran kota dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Kasubag Tata Usaha UPTD Command Center Tarakan, Sumedya Mardyono menyebutkan, sebelumnya terdapat 29 unit CCTV yang beroperasi. Namun satu unit mengalami kerusakan setelah tersambar petir di kawasan Gunung Belah, tepatnya di sekitar Gang TVRI.

“Awalnya ada 29 unit, tapi satu rusak karena tersambar petir di kawasan Gunung Belah, tepatnya sekitar Gang TVRI,” sebutnya.

CCTV yang rusak tersebut sebelumnya difungsikan untuk memantau aktivitas pembuangan sampah liar. Menurut Sumedya, keberadaan kamera pengawas di lokasi tersebut sempat memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah ada CCTV masyarakat mulai sadar, lokasi itu tidak boleh dijadikan tempat membuang sampah sembarangan,” katanya.

Saat ini sebagian besar CCTV masih terpasang di kawasan perkotaan, seperti ruas jalan utama, persimpangan, dan sejumlah fasilitas publik. Sementara itu, wilayah timur Tarakan serta kawasan pesisir masih minim pengawasan.

Command Center juga mengoperasikan dua unit CCTV di wilayah pesisir Karang Anyar Pantai, termasuk di kawasan Jalan Jembatan Bongkok, guna memantau aktivitas masyarakat di daerah tersebut.

Kebutuhan penambahan CCTV terus mengemuka. Berbagai usulan datang dari kepolisian, Dinas Perhubungan, pemerintah kelurahan hingga anggota DPRD Kota Tarakan.

Sejumlah titik yang dianggap prioritas untuk dipasangi kamera pengawas antara lain Kampung Empat dan kawasan Beringin yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Banyak masukan yang kami terima. Semua mengusulkan titik-titik yang menurut mereka perlu dipasang CCTV,” jelas Sumedya.

Selain untuk mendukung keamanan, fungsi CCTV kini juga dimanfaatkan untuk pemantauan lalu lintas, pengawasan fasilitas umum, hingga penegakan ketertiban lingkungan.

Salah satu usulan terbaru datang dari Kelurahan Sebengkok yang menginginkan pemasangan CCTV di sekitar tempat pembuangan sampah sementara (TPS) untuk mengawasi pelanggaran jam buang sampah.

Namun demikian, seluruh usulan tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah masih melakukan perhitungan kebutuhan biaya melalui tim teknis, termasuk untuk usulan yang disampaikan sejumlah anggota DPRD.

“Kami tampung semua usulan yang masuk. Mudah-mudahan ke depan anggaran semakin baik sehingga penambahan CCTV bisa dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. (rz)

Back to top button