KALTARANUNUKAN

22 Bayi Meninggal, Dinkes Audit Penyebab Kematian

NUNUKAN – Sebanyak 22 kasus kematian bayi tercatat di Kabupaten Nunukan dan menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat. Dari jumlah tersebut, 15 kasus terjadi pada masa neonatal atau periode 28 hari pertama setelah kelahiran. Untuk menekan angka kematian bayi (AKB), Dinkes P2KB menggelar Audit Perinatal Tahap II pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Tim Sekretariat Audit Maternal Perinatal (AMP) Nunukan itu melibatkan Tim Pengkaji Perinatal Nunukan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta berbagai unsur yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Nurmadia SKM mengatakan, Audit Perinatal merupakan salah satu langkah strategis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kematian bayi sehingga dapat dirumuskan upaya perbaikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif.

“Melalui audit yang dilakukan secara objektif dan komprehensif, diharapkan dapat diperoleh rekomendasi yang tepat guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam audit tersebut, seluruh kasus kematian bayi dikaji secara mendalam untuk mengetahui penyebab, faktor risiko, serta celah perbaikan dalam sistem pelayanan kesehatan yang ada.

Fokus utama pembahasan tertuju pada tingginya kasus kematian neonatal yang mencapai 15 kasus dari total 22 kematian bayi.

Nurmadia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kematian bayi di Kabupaten Nunukan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang kesehatan ibu dan anak, yakni dr. Sholeh, M.Kes., Sp.A dan dr. Nur Iedil Baharuddin, Sp.OG. Keduanya memberikan pemaparan mengenai penanganan kasus perinatal, strategi pencegahan kematian bayi, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan maternal dan neonatal.

Melalui Audit Perinatal Tahap II ini, Dinkes P2KB berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi guna menekan angka kematian bayi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Nunukan. (sym)

Back to top button