BULUNGANEKONOMI

Pemkab Bulungan Perkuat Daya Saing UMKM, Fokus pada Standar dan Keamanan Produk

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas. Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh produk UMKM lokal memenuhi standar legalitas dan keamanan sebelum dipasarkan.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, saat ini ada sekitar 70 produk UMKM Bulungan telah berhasil lolos proses kurasi dan masuk dalam jaringan pemasaran Sarinah.

“Walaupun belum seluruhnya masuk etalase Sarinah, keberadaan produk-produk UMKM kita harus terus dikawal dan difasilitasi,” ujar Syarwani, Minggu (21/06/26).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produk yang mampu menembus pasar nasional, tetapi juga memastikan setiap produk memiliki kualitas serta legalitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan, pelaku UMKM perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan untuk memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), izin produksi, sertifikasi halal, hingga sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membantu UMKM memenuhi seluruh persyaratan tersebut agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan aman dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Syarwani menilai, pendampingan menjadi langkah penting karena produk UMKM merupakan produk yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai konsumen. “Kita ingin memberikan jaminan rasa aman terhadap produk-produk yang dihasilkan UMKM kita. Ini bukan hanya soal masuk pasar luar daerah, tetapi juga memastikan produk lokal yang beredar di masyarakat memiliki standar yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah karena mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“UMKM bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik pelaku usaha, pedagang, maupun sektor ekonomi lainnya. Karena itu, sektor ini harus mendapat perhatian dan intervensi pemerintah,” ujarnya.

Selain penguatan UMKM, Syarwani juga meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bulungan untuk terus melakukan pembenahan pada sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi Pasar Induk, kawasan Kuliner Tepi Kayan (Kulteka), serta kawasan sepanjang tepian Sungai Kayan.

“Selama dua tahun terakhir kita sudah melakukan intervensi terhadap Kulteka untuk membenahi kondisi fisiknya. Begitu juga dengan kawasan lain yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Syarwani berharap DKUKMPP Bulungan dapat terus membangun sinergi dengan pelaku usaha dan komunitas masyarakat agar program pembinaan ekonomi daerah berjalan optimal.

“Saya titip kepada DKUKMPP agar seluruh potensi yang ada bisa dikonsolidasikan, termasuk pengembangan UMKM dan ruang-ruang ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (rm)

Back to top button