KALTARANUNUKAN

Akses Belum Bisa Dilalui Mobil

Warga Sakit di Krayan Timur Masih Ditandu

NUNUKAN – Sulitnya akses menuju Desa Wa’yagung, Kecamatan Krayan Timur, kembali menjadi sorotan setelah beredar video warga sakit yang harus ditandu untuk mendapatkan pertolongan medis. Kondisi itu terjadi karena jalan menuju desa hingga kini masih berupa jalan setapak dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Camat Krayan Timur, Marjuni membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, warga yang sakit terpaksa ditandu karena ambulans maupun mobil tidak dapat menjangkau Desa Wa’yagung.

“Jalan ke Wa’yagung masih jalan setapak. Kalau ada warga sakit, mereka harus ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk,” ujar Marjuni saat dihubungi kemarin.

Ia menjelaskan, belum lama ini seorang warga harus ditandu dari area persawahan menuju rumahnya di Desa Wa’yagung karena mengalami sakit. Menurutnya, kejadian serupa bukan yang pertama kali, melainkan telah berulang akibat buruknya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

“Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Di Krayan ini persoalannya akses jalan. Ini persoalan mendasar yang belum terselesaikan dan terus mengancam keselamatan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit,” katanya.

Marjuni mengungkapkan, warga Desa Wa’yagung harus menempuh perjalanan menuju Pustu Long Umung sebelum dirujuk ke Puskesmas Long Bawan atau RS Pratama Krayan Barat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun seluruh perjalanan hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor karena akses jalan belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Bahkan, sejumlah titik masih tertutup longsoran yang semakin menyulitkan mobilitas saat musim hujan.

Menurutnya, Pemkab Nunukan memang telah membangun sebuah jembatan melalui APBD 2025 dan melakukan perbaikan jalan. Selain itu, ruas jalan nasional di Krayan Timur juga telah memperoleh alokasi anggaran pemeliharaan tahun ini dan kini sedang dikerjakan kontraktor.

Meski demikian, perbaikan tersebut belum menjangkau akses menuju Desa Wa’yagung yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Warga berharap jalan ke Wa’yagung segera diperbaiki. Persoalan utama di Krayan masih sama, yaitu akses jalan. Selama itu belum tuntas, masyarakat terus kesulitan mendapatkan pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan,” pungkasnya. (sym)

Back to top button