NUNUKAN – Semangat gotong royong warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, membuahkan hasil. Melalui Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, masyarakat berhasil membuka badan jalan sepanjang 11,514 kilometer yang menghubungkan kawasan Gunung Sengkepian hingga perbatasan Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Seluruh pekerjaan dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Pembukaan jalan yang dimulai sejak 31 Mei 2026 itu menjadi bentuk kepedulian masyarakat dalam mengatasi keterbatasan akses transportasi di wilayah perbatasan. Jalan dengan lebar sekitar 20 meter tersebut diharapkan menjadi jalur penghubung yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas warga.
Ketua Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Samsun S. Abjiah mengatakan, pembangunan jalan merupakan hasil gotong royong masyarakat yang memiliki tekad membuka keterisolasian wilayah.
Menurutnya, pembangunan tersebut melanjutkan rencana koridor Sembakung–Tidung Pale sepanjang sekitar 19,5 kilometer yang sebelumnya telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
“Semua pekerjaan dilakukan secara swadaya tanpa bantuan dana dari pemerintah. Kami bergerak bersama karena masyarakat memang membutuhkan akses jalan yang lebih baik,” ujar Samsun, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, apabila jalan tersebut telah berfungsi secara maksimal, waktu tempuh dari Sembakung menuju Tanjung Selor diperkirakan dapat dipangkas dari sekitar sembilan hingga sepuluh jam menjadi hanya empat hingga lima jam. Kondisi itu diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di kawasan perbatasan.
Selain memperjuangkan pembangunan jalan, masyarakat juga mengusulkan program transmigrasi lokal berbasis ketahanan pangan. Usulan itu muncul karena Desa Atap merupakan salah satu wilayah yang kerap dilanda banjir sehingga dibutuhkan kawasan baru yang lebih aman untuk mendukung aktivitas pertanian.
Saat ini terdapat sedikitnya 11 kelompok tani di Kecamatan Sembakung yang mengembangkan komoditas kakao dan tanaman palawija di sekitar trase jalan yang sedang dibuka.
Seluruh aspirasi masyarakat terkait percepatan pembangunan akses jalan dan usulan transmigrasi lokal dijadwalkan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kaltara pada Selasa (28/7/2026).
Masyarakat berharap dukungan pemerintah dapat mempercepat terwujudnya konektivitas yang lebih baik sekaligus memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan. (rm)