KALTARANUNUKAN

Pemadaman Bergilir Diprediksi Berlanjut Tiga Bulan, PLN Ungkap Penyebabnya

NUNUKAN – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Nunukan diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Kondisi tersebut terjadi akibat sejumlah mesin pembangkit mengalami gangguan, sementara pemeliharaan mesin yang sebelumnya telah direncanakan harus mengalami penundaan untuk meminimalisir pemadaman kepada masyarakat.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Nunukan Putu Sudiarta mengatakan, pemeliharaan mesin pembangkit sebenarnya telah direncanakan sejak awal tahun. Namun, selama enam bulan terakhir pemeliharaan tersebut ditunda karena PLN berupaya menjaga pasokan listrik agar pemadaman tidak semakin meluas.

“Pemeliharaan mesin sebenarnya sudah direncanakan dan dicanangkan akan dilakukan setelah Agustus. Namun sebelum Agustus sudah ada mesin yang mengalami kendala,” jelas Putu.

Saat ini, kata dia, terdapat dua unit mesin pembangkit yang mengalami rembesan oli sehingga memengaruhi keandalan sistem kelistrikan. Selain itu, pada 6 Agustus lalu terjadi gangguan berupa putusnya kabel menuju Pulau Sebaung. Gangguan tersebut langsung ditangani dan telah berhasil diperbaiki oleh PLN.

Putu menegaskan, pihaknya terus berupaya mempercepat pemulihan kondisi kelistrikan Nunukan. PLN menargetkan dalam satu hingga dua bulan ke depan kondisi pembangkit mulai membaik. Namun, secara keseluruhan, PLN memperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk memastikan sistem kembali normal dan pemadaman bergilir dapat dihentikan.

“Kita akan terus berupaya menggenjot agar selama satu hingga dua bulan ke depan segera pulih. Namun dalam optimis timeline-nya kita perkirakan tiga bulan untuk memastikan kondisi kelistrikan kembali normal tanpa adanya pemadaman bergilir,” ujarnya.

Tidak hanya pembangkit diesel, operasional pembangkit berbahan bakar gas juga mengalami kendala. PLN menghadapi kebocoran pada pipa sumber pasokan gas yang turut berdampak terhadap kemampuan pembangkit dalam menyuplai daya ke sistem kelistrikan Nunukan.

Sebagai langkah jangka panjang, PLN juga merencanakan penambahan unit mesin pembangkit yang akan didatangkan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tanjung Selor. Berdasarkan informasi PLN, mesin tambahan tersebut diperkirakan tiba pada akhir 2026.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul, yang mendatangi Kantor ULP PLN Nunukan untuk membahas persoalan pemadaman listrik yang belakangan meresahkan masyarakat.

Fajrul meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendorong percepatan penambahan mesin pembangkit. Menurutnya, kebutuhan listrik saat ini sudah berada pada kondisi mendesak karena dampak pemadaman dirasakan berbagai sektor.

“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan, dalam hal ini Bupati Nunukan, untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar penambahan mesin pembangkit listrik dapat dipercepat dari target waktu yang telah disampaikan PLN,” ujarnya.

Ia menilai pemadaman listrik tidak lagi sebatas mengganggu aktivitas rumah tangga. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap pelaku usaha, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pemerintah harus hadir, berkoordinasi, dan mendorong percepatan solusi. Jangan menunggu kondisi semakin parah baru bertindak,” tegasnya. (ryn)

Back to top button