KALTARATARAKAN

Stok BBM Kaltara Aman, Pertamina Siapkan Ribuan KL dan Dua Pesawat untuk Krayan

TARAKAN – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan masih aman. Fuel Terminal PT Pertamina Patra Niaga Tarakan menyebut stok seluruh produk BBM berada pada kisaran lebih dari satu pekan, dengan pola suplai yang terus dilakukan sebelum persediaan mencapai batas minimum.

Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan Hario Somapangestu mengatakan, pola distribusi tersebut membuat pasokan BBM ke wilayah Kaltara tetap berjalan tanpa menunggu stok benar-benar menipis.

“Stok BBM kami terpantau aman. Kisarannya di semua produk rata-rata di seminggu ke atas. Itu jangan diartikan seminggu itu habis, karena sebelum habis kapal suplai sudah datang kembali dari Balikpapan,” ujar Hario.

Menurutnya, suplai dari Balikpapan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan distribusi. Dalam satu kali kedatangan, kapal pengangkut dapat membawa sekitar 5.000 hingga 7.000 kiloliter (KL) BBM yang terdiri dari sejumlah produk, termasuk Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar.

Fuel Terminal Tarakan, ujar Hario, menjadi salah satu titik penting distribusi BBM untuk wilayah Kaltara. Terminal tersebut melayani kebutuhan energi Kota Tarakan serta Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.

Hario mengatakan, penyaluran BBM dilakukan setiap hari berdasarkan permintaan dari lembaga penyalur dan pelanggan. Dengan pola tersebut, distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Setiap hari sesuai permintaan daripada teman-teman retail dan lembaga penyalur yang pasti,” ujarnya.

Kelancaran suplai BBM ke Tarakan juga didukung kondisi infrastruktur terminal, khususnya fasilitas jetty yang langsung menghadap laut lepas. Kondisi tersebut memungkinkan kapal pengangkut BBM bersandar tanpa harus melalui jalur sungai.

“Keuntungan dari FT Tarakan ini dibanding terminal lain di Pulau Kalimantan, jetty-nya langsung laut lepas. Jadi kapal bisa langsung sandar. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala untuk suplai dan distribusinya,” jelas Hario.

Selain melayani kebutuhan BBM di kawasan perkotaan, Fuel Terminal Tarakan juga menjadi bagian dari penyaluran program BBM Satu Harga di sejumlah wilayah Kaltara.

Program tersebut masih berjalan di wilayah dengan tantangan geografis, termasuk Krayan, Kabupaten Nunukan, serta sejumlah wilayah di Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan.

“Masih berlanjut, masih berlanjut di Krayan, di daerah KTT, Malinau, Bulungan, semua masih berlanjut,” kata Hario.

Khusus untuk Krayan, distribusi BBM menghadapi tantangan geografis yang berbeda dibandingkan wilayah lain. Untuk menjaga keberlangsungan pasokan, Pertamina turut menggunakan moda udara dalam mendukung penyaluran BBM ke wilayah tersebut.

Hario mengatakan pihaknya telah menyiapkan kerja sama dengan dua operator pesawat untuk mendukung distribusi melalui jalur udara.

“Pesawat angkut itu untuk moda udara ke daerah Krayan. Ada dua, kami berkontrak dua pesawat, satu dengan Pelita Air Service dan satu lagi dengan Patra Log,” katanya.

Dengan kombinasi suplai melalui jalur laut dari Balikpapan dan moda udara untuk wilayah tertentu, Pertamina memastikan distribusi BBM di Kalimantan Utara tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Pertamina juga memastikan pemantauan stok terus dilakukan agar pasokan baru dapat tiba sebelum persediaan di Fuel Terminal Tarakan mencapai batas kebutuhan minimum. (rz)

Back to top button