
TARAKAN – Batas negara tak lagi selalu berarti batas transaksi. Melalui QRIS Cross Border, masyarakat Indonesia dapat membayar transaksi di Malaysia menggunakan QRIS. Sebaliknya, warga Malaysia bisa menggunakan sistem pembayaran negaranya ketika berbelanja di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Agus Taufik mengatakan, sistem pembayaran lintas negara itu memungkinkan transaksi berlangsung dua arah. Kemudahan tersebut dinilai relevan bagi Kaltara yang memiliki perbatasan darat dan laut dengan Malaysia.
“QRIS Cross Border memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi di Malaysia menggunakan QRIS. Sebaliknya, masyarakat Malaysia juga dapat menggunakan sistem pembayaran mereka untuk bertransaksi di Indonesia, termasuk ketika datang ke Kalimantan Utara,” ujar Agus.
Menurut Agus, QRIS Cross Border merupakan bagian dari ekosistem pembayaran digital yang semakin terhubung antarnegara. Masyarakat yang bepergian atau melakukan aktivitas ekonomi di negara tujuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada uang tunai.
Kondisi itu dinilai dapat menunjang mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan, baik untuk kunjungan maupun perdagangan. Namun, Agus mengingatkan, perluasan penggunaan pembayaran digital tetap bergantung pada ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.
“Perluasan jaringan telekomunikasi tetap menjadi hal penting. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama-sama mendorong pemerataan jaringan agar masyarakat di Kalimantan Utara semakin mudah menggunakan transaksi digital, termasuk ketika memanfaatkan layanan lintas negara,” tuturnya.
Pemanfaatan QRIS Cross Border juga diperkenalkan dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 di Kaltara. Salah satu kegiatan yang menggambarkan mobilitas lintas wilayah ialah Kaltaran 2026 di Tarakan, yang diikuti sekitar 1.500 peserta dalam lomba lari 8,1 kilometer.
Agus menyebut, sejumlah peserta bahkan datang dari Malaysia. Menurut dia, kehadiran mereka menunjukkan hubungan masyarakat kedua wilayah yang semakin terbuka, sekaligus menciptakan kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang praktis.
“QRIS Cross Border memberikan kemudahan bagi masyarakat kedua negara untuk bertransaksi. Ketika masyarakat Malaysia datang ke Kaltara, mereka dapat menggunakan kanal pembayaran yang tersedia, begitu pula masyarakat kita ketika beraktivitas di Malaysia,” kata Agus. (rz)

