KALTARABULUNGAN

Kantor Bupati Bulungan Terbakar, Pemkab Kaji Nasib Gedung

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan belum memutuskan nasib Kantor Bupati Bulungan yang terbakar pada 20 Mei 2026. Pemerintah daerah masih menghitung kerusakan dan mengkaji kondisi bangunan sebelum menentukan apakah gedung akan diperbaiki, dibangun kembali, atau ditempuh langkah lain.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, keputusan tersebut tidak bisa diambil terburu-buru. Pemerintah daerah masih melakukan berbagai perhitungan terhadap kondisi bangunan pascakebakaran.

“Sampai hari ini kita belum melangkah ke tahapan pembangunan. Tentu banyak perhitungan dan banyak hal yang harus kita lakukan sebelum mengambil langkah terhadap kondisi existing yang ada di Kantor Bupati ini pascakebakaran,” kata Syarwani, Kamis, (20/8/2026).

Sembari menunggu keputusan terhadap gedung utama, Pemkab Bulungan menyiapkan ruang kerja alternatif bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang terdampak. Salah satu opsi ialah memanfaatkan kembali aset daerah berupa gedung yang sebelumnya dipinjam-pakaikan kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Sekretaris Daerah Bulungan bersama tim aset dan Inspektorat telah meninjau gedung tersebut. Pemerintah memastikan sejumlah ruangan masih memadai untuk menampung kebutuhan OPD yang harus dipindahkan dari kompleks Kantor Bupati.

“Pak Sekda bersama jajarannya di tim aset maupun Inspektorat sudah melakukan kunjungan dan memastikan ruangan-ruangan tersebut cukup untuk mengakomodir kebutuhan kita melalui tahapan perhitungan tadi,” ujar Syarwani.

Gedung tersebut nantinya dikembalikan kepada Pemkab Bulungan dan disiapkan sebagai pusat pelayanan keuangan terpadu. Fasilitas itu diharapkan menjadi tempat kerja sementara bagi perangkat daerah yang sebelumnya berkantor di kompleks Kantor Bupati yang terdampak kebakaran.

Menurut Syarwani, penyediaan ruang kerja tersebut penting agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tidak terhenti akibat kerusakan gedung.

“Intinya jika ada kepentingan organisasi perangkat daerah di wilayah kompleks Kantor Bupati yang mengalami kebakaran, tentu butuh tempat untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Syarwani juga mengapresiasi kepolisian dan Puslabfor Polri dari Surabaya yang telah membantu penyelidikan kebakaran. Hasil penelitian Puslabfor disebut telah disampaikan melalui Polresta Bulungan.

“Kita berterima kasih kepada Puslabfor Polri dari Surabaya dalam membantu penyelidikan. Kita juga mengoptimalkan aset yang tersedia agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan, sembari menunggu keputusan lebih lanjut,” ujarnya. (rk)

Back to top button