TANJUNG SELOR – Rencana penambahan armada pemadam kebakaran (PMK) di Kabupaten Bulungan diminta tidak berhenti pada pengadaan unit baru. (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan mendorong pemerintah daerah lebih dulu memetakan kondisi armada yang telah tersedia agar aset tersebut tidak kembali terbengkalai.
Ketua DPRD Bulungan Riyanto mengatakan, usulan agar setiap kecamatan memiliki armada PMK cukup beralasan. Penempatan armada di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dinilai dapat mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.
“Pengadaan unit pemadam ini sebenarnya pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Tapi faktanya tidak berjalan maksimal, bahkan ada yang mangkrak,” kata Riyanto, Kamis (20/8/2026).
Karena itu, pemerintah diminta mengevaluasi armada yang sudah dimiliki sebelum mengajukan pembelian kendaraan baru. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kendaraan masih dapat difungsikan atau membutuhkan perbaikan.
Riyanto juga meminta penempatan armada nantinya disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan karakteristik wilayah. Kawasan padat penduduk serta daerah yang memiliki akses jauh dari pusat penanganan kebakaran perlu menjadi prioritas.
“Tidak bisa langsung serentak. Harus dipetakan dulu mana kawasan yang padat penduduk dan rawan. Jenis unit PMK yang dibeli juga harus disesuaikan dengan kondisi medan di lapangan, jangan asal beli,” ujarnya.
Menurut dia, pengadaan armada pada tahun anggaran berjalan sulit direalisasikan karena pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi. Rencana tersebut lebih realistis disiapkan untuk penganggaran tahun depan.
“Kalau di pertengahan tahun anggaran seperti sekarang tidak memungkinkan, apalagi kita sedang efisiensi. Pembahasannya nanti disiapkan untuk anggaran tahun depan,” kata Riyanto.
Selain armada PMK, DPRD mendorong pemerintah memperbanyak alat pemadam api ringan (APAR) dan pompa pemadam portabel di lingkungan RT serta desa. Peralatan tersebut dinilai dapat menjadi penanganan awal sebelum armada PMK tiba di lokasi.
“Bagi kita, persoalan utama bukan hanya berapa banyak unit PMK yang dimiliki Bulungan, tetapi bagaimana memastikan setiap armada siap digunakan ketika masyarakat membutuhkan,” pungkasnya. (rk)